BEI juga menanyakan apakah pemegang saham pengendali memiliki rencana untuk menjual atau menambah kepemilikan sahamnya dalam waktu dekat. Namun pihak manajemen mengaku belum mendapatkan tanggapan resmi dari pemegang saham utama terkait pertanyaan tersebut.
“Kami sudah menanyakan hal itu kepada pemegang saham pengendali, namun belum ada jawaban,” ungkap Ronny Soleh Pahlevi dalam surat keterbukaan yang sama.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketidakpastian mengenai arah strategi korporasi ZATA ke depan. Meskipun begitu, pasar tampak tetap antusias dengan prospek saham yang satu ini.
Spekulasi Pasar: Aksi Korporasi Jadi Pendorong Utama
Lonjakan saham ZATA diyakini bukan semata akibat euforia ritel, melainkan juga karena ekspektasi terhadap aksi korporasi besar yang akan diumumkan perusahaan. Beberapa analis memperkirakan bahwa ZATA bisa saja menyiapkan langkah strategis seperti kerja sama bisnis baru, restrukturisasi kepemilikan, atau bahkan rencana merger dan akuisisi (M&A).
Menurut analis pasar dari Koneksi Sekuritas, kenaikan harga saham semacam ini biasanya terjadi karena kombinasi antara sentimen spekulatif dan ekspektasi investor terhadap pengumuman korporasi positif.
“Saham dengan fundamental kecil bisa naik ratusan persen bila ada rumor aksi korporasi. Namun investor harus berhati-hati terhadap potensi koreksi ekstrem setelah euforia mereda,” jelas analis tersebut.
Sementara itu, sejumlah pelaku pasar menilai bahwa kenaikan saham ZATA juga didorong oleh aktivitas trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum dan volume perdagangan besar untuk mendapatkan keuntungan cepat.
Risiko dan Potensi: Dua Sisi Saham ZATA
Dengan kenaikan lebih dari 700% dalam waktu singkat, saham ZATA kini dikategorikan sebagai high volatility stock atau saham dengan volatilitas sangat tinggi. Artinya, pergerakan harga yang ekstrem bisa terjadi kapan saja — baik naik maupun turun — tergantung pada sentimen dan aksi pasar.
Investor perlu memahami bahwa volatilitas semacam ini bisa menjadi peluang sekaligus risiko besar. Kenaikan tajam tanpa dukungan fundamental kuat sering kali diikuti oleh koreksi besar. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk:
- Menghindari spekulasi berlebihan
- Menetapkan batas cut loss dan take profit
- Menunggu kejelasan aksi korporasi resmi dari perusahaan
Jika benar ZATA akan melakukan aksi strategis, maka potensi upside masih terbuka. Namun tanpa kejelasan fundamental, saham ini bisa kembali terkoreksi tajam seperti di awal Oktober.
Prospek Jangka Menengah: Masih Layak Dipantau
Meski volatil, ZATA tetap menarik perhatian karena faktor kepemilikan besar oleh pengusaha lokal dan potensi ekspansi bisnis di sektor ritel busana Muslim yang tengah tumbuh di Indonesia. Tren gaya hidup halal dan modest fashion juga menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas pasar.
Apabila aksi korporasi yang dimaksud benar-benar mengarah pada ekspansi bisnis atau sinergi strategis, bukan tidak mungkin saham ZATA dapat mempertahankan momentum positifnya di 2026.
Baca juga : Rekomendasi Aplikasi Trading Crypto Leverage Tinggi Terbaik 2025




[…] ZATA Melonjak 733%, BEI Minta Penjelasan Soal Aksi Korporasi […]