spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

WTO Desak AS dan China Akhiri Perang Dagang, Ekonomi Global Terancam Turun 7%

Dalam laporan yang dikutip dari CNBC International, analis S&P, Daniel Sandberg, menyebut bahwa tarif dan hambatan perdagangan berfungsi layaknya pajak tambahan terhadap rantai pasokan global.

“Sumber tekanan triliunan dolar ini sangat luas. Tarif dan hambatan perdagangan bertindak sebagai pajak yang mengalihkan dana ke pemerintah, sementara keterlambatan logistik dan biaya pengiriman memperparah dampaknya,” tulis Sandberg.

S&P Global menghimpun data dari lebih dari 15.000 analis pasar di sekitar 9.000 perusahaan internasional untuk menyusun laporan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa industri elektronik, otomotif, dan energi menjadi sektor yang paling terdampak dari kebijakan tarif tinggi AS terhadap produk impor asal China.

Kebijakan Tarif AS dan Reaksi China

Kebijakan terbaru pemerintahan AS yang memberlakukan tarif impor baru terhadap berbagai produk asal China, termasuk semikonduktor, kendaraan listrik, dan bahan kimia industri, telah memicu ketegangan baru di pasar global.

Sebagai respons, Beijing juga menyiapkan langkah balasan, termasuk kemungkinan pembatasan ekspor mineral langka dan pengenaan tarif terhadap produk pertanian asal AS.
Kondisi ini menciptakan kekhawatiran bahwa dunia sedang menuju ke arah “deglobalisasi”, di mana perdagangan bebas mulai tergantikan oleh proteksionisme ekonomi.

WTO Dorong Dialog dan Reformasi Sistem Perdagangan Global

Ngozi Okonjo-Iweala menekankan bahwa solusi jangka panjang hanya bisa dicapai melalui dialog konstruktif dan kerja sama multilateral. WTO berkomitmen memperkuat aturan perdagangan global agar lebih adil dan seimbang, terutama di era ekonomi digital yang semakin kompleks.

Ia juga menilai perlunya reformasi sistem perdagangan global agar dapat menghadapi tantangan baru seperti disrupsi teknologi, transisi energi, dan perubahan iklim.

“AS dan China memahami betapa pentingnya hubungan ekonomi mereka bagi dunia. Kedua negara harus menyadari bahwa stabilitas global tidak akan tercapai tanpa kolaborasi,” ujar Ngozi.

Dampak terhadap Negara Berkembang

Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia juga berdampak besar terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ketika arus perdagangan terganggu, negara-negara berkembang cenderung menjadi korban imbas karena ketergantungan terhadap ekspor bahan baku dan komoditas industri.

Selain itu, perubahan arah investasi dan aliran modal global akibat perang dagang juga bisa menekan nilai tukar mata uang serta kinerja ekspor manufaktur di negara-negara ASEAN.

Ekonom global memperingatkan bahwa ketidakpastian jangka panjang dapat menekan investasi baru dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia yang sudah melambat akibat inflasi dan kenaikan suku bunga.

Solusi dan Rekomendasi WTO

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles