spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Waspada! Serangan Phishing di Indonesia Tembus 85 Ribu Kasus, Ancam Dunia Bisnis

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menunjukkan kepada mitra bisnis dan investor bahwa mereka serius menjaga aset digital dan kepercayaan pelanggan.

Solusi Keamanan Menyeluruh dari Fortinet

Untuk menghadapi beragam ancaman siber, Fortinet menawarkan solusi keamanan terintegrasi bagi dunia usaha.
Beberapa solusi unggulannya antara lain:

  1. Email & Domain Protection — memblokir phishing, spam, dan spoofing sejak tahap awal.
  2. Firewall & Cloud Security — melindungi data inti perusahaan dari intrusi.
  3. Zero Trust Network Access (ZTNA) — memastikan hanya pengguna sah yang bisa mengakses sistem.
  4. Multi-Factor Authentication (MFA) — memberikan lapisan keamanan ekstra.
  5. Identity & Privileged Access Management (IAM/PAM) — mengontrol akses pengguna ke sistem sensitif.

Dengan lebih dari 60 produk keamanan aktif, Fortinet membantu perusahaan menentukan prioritas keamanan sesuai skala bisnis dan anggaran.

Budaya Keamanan Jadi Kunci

Teknologi canggih tidak akan efektif tanpa budaya keamanan yang kuat di dalam perusahaan.
Fortinet secara rutin melakukan phishing drill internal untuk melatih karyawan mengenali email atau pesan mencurigakan.

“Seperti latihan kebakaran, perusahaan juga butuh simulasi phishing,” tegas Edwin.
“People, process, dan technology saja tidak cukup — kini kita tambahkan culture sebagai elemen keempat.”

Budaya keamanan yang baik akan meningkatkan kesadaran karyawan, memperkuat kepercayaan investor, dan menekan potensi pelanggaran data.

Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Siber

Fortinet berperan aktif dalam kolaborasi lintas sektor bersama lembaga seperti:

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)

Tujuannya untuk memperkuat regulasi dan praktik keamanan di sektor keuangan, telekomunikasi, dan pemerintahan.

Selain itu, Fortinet mendukung pendidikan keamanan siber di universitas dan politeknik Indonesia untuk mencetak talenta lokal yang siap menghadapi ancaman digital masa depan.

Indonesia dalam Pusaran Ancaman Siber

Indonesia kini menjadi pasar digital besar sekaligus target empuk kejahatan siber.

  • Proyeksi 204 juta pengguna digital payment pada 2028
  • Lebih dari 381 juta pengguna smartphone pada 2030

Kasus besar seperti serangan ransomware yang melumpuhkan Pusat Data Nasional (PDN) pada 2024 menjadi peringatan keras tentang pentingnya infrastruktur keamanan yang tangguh.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles