spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wall Street Menguat, Bank of America dan Morgan Stanley Catat Laba Fantastis

Saham teknologi, yang sempat memimpin reli tahun ini, juga menunjukkan pergerakan campuran. Nvidia, misalnya, sempat naik 2,7% sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 0,1% di akhir sesi perdagangan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati, mengingat ketegangan geopolitik AS–China dan shutdown pemerintahan AS yang belum menunjukkan tanda penyelesaian.

Ketegangan AS–China Kembali Memanas

Di tengah sentimen positif dari sektor keuangan, pasar tetap dibayangi isu perang dagang AS–China. Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan suasana dengan mengancam akan menerapkan embargo minyak goreng terhadap Beijing. Langkah ini merupakan balasan atas kebijakan China yang membatasi ekspor mineral tanah jarang dan menghentikan pembelian kedelai dari AS.

Trump bahkan menyebut sedang mempertimbangkan penerapan tarif tambahan 100% terhadap seluruh barang impor asal China.

“Kami tidak bernegosiasi karena pasar turun. Kami bernegosiasi karena kami melakukan yang terbaik untuk ekonomi AS,” tegas Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara eksklusif di forum CNBC Invest in America.

Kekhawatiran terhadap ketegangan ini membuat investor semakin selektif memilih aset berisiko. Meskipun sentimen jangka pendek masih fluktuatif, analis menilai fundamental ekonomi AS tetap solid berkat dukungan sektor perbankan dan konsumsi domestik.

Shutdown Pemerintah AS Tambah Tekanan Pasar

Selain konflik dagang, pasar juga menyoroti penutupan sebagian operasi pemerintahan AS yang sudah berlangsung selama tiga minggu. Situasi ini menghambat publikasi sejumlah data ekonomi penting seperti inflasi, ketenagakerjaan, dan penjualan ritel — data yang biasanya menjadi acuan utama Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Ketiadaan data resmi membuat pelaku pasar sulit menilai arah ekonomi AS secara objektif, sehingga meningkatkan volatilitas di pasar saham dan obligasi.

Namun, sebagian analis berpendapat bahwa kinerja kuat korporasi besar seperti BoA dan Morgan Stanley bisa membantu menjaga kepercayaan investor di tengah kondisi makro yang tidak menentu.

Analis: Pasar Belum Siap Cetak Rekor Baru

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles