spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wall Street Bangkit! S&P 500 dan Nasdaq Menguat Berkat Saham AI

  • Honeywell naik hampir 7%, memimpin penguatan di indeks Dow Jones, setelah melaporkan laba kuartal yang melampaui ekspektasi dan menaikkan panduan tahunan.
  • American Airlines terbang 6%, setelah merilis laporan kerugian kuartal ketiga yang lebih kecil dari perkiraan, disertai proyeksi positif untuk kuartal berikutnya.
  • Oracle menguat hampir 3%, memanfaatkan tren adopsi AI korporat yang semakin luas.

Kinerja positif perusahaan-perusahaan ini menambah keyakinan investor bahwa fundamental ekonomi AS masih solid, meskipun ada tekanan dari faktor eksternal seperti perang dagang dan kebijakan suku bunga.

Saham ‘Magnificent Seven’ Pulih dari Tekanan

Saham-saham raksasa teknologi yang dikenal dengan sebutan “Magnificent Seven” — terdiri dari Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Microsoft, Nvidia, dan Tesla — juga menunjukkan pemulihan.
Setelah sempat terkoreksi, Tesla naik 2%, sementara IBM menghapus sebagian besar kerugian setelah membukukan pendapatan yang sesuai ekspektasi namun berhasil mengalahkan perkiraan laba bersih.

Reli ini memperlihatkan bahwa investor kembali percaya pada prospek jangka panjang sektor teknologi, terutama perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap pengembangan AI, cloud computing, dan semikonduktor.

Sementara itu, saham Broadcom juga naik hampir 2,5%, memperkuat tren positif di sektor chip yang menjadi tulang punggung ekosistem AI global.

Harga Minyak dan Sanksi terhadap Rusia

Selain pasar saham, harga minyak juga mengalami kenaikan setelah pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru terhadap dua perusahaan minyak besar Rusia, yakni Lukoil dan Rosneft.
Langkah ini dilakukan karena AS menilai Rusia belum menunjukkan itikad serius dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Kenaikan harga minyak memberikan dorongan tambahan bagi saham-saham energi AS, terutama di sektor eksplorasi dan jasa migas, meski investor tetap waspada terhadap potensi inflasi tambahan akibat naiknya harga energi.

Optimisme Menjelang Data Inflasi dan Rapat The Fed

Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS (Indeks Harga Konsumen/IHK) yang akan dirilis Jumat, 24 Oktober 2025.
Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed), terutama dalam rapat akhir bulan Oktober.

Sebagian besar analis memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25%, mengikuti tren pelonggaran moneter global.
Jika kebijakan ini benar terjadi, maka reli saham teknologi bisa berlanjut, mengingat biaya pinjaman yang lebih rendah akan meningkatkan investasi di sektor inovatif.

Menurut Emily Bowersock Hill, CEO dan pendiri Bowersock Capital Partners, laporan laba dan ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi kombinasi sempurna bagi keberlanjutan tren positif pasar saham.

“Musim laporan laba kali ini cukup solid. Kami tidak melihat sinyal koreksi besar dalam waktu dekat, karena investor masih fokus pada pertumbuhan AI dan kestabilan makro AS,” ujarnya.

AI dan Sektor Teknologi Tetap Jadi Motor Pasar

Dalam beberapa bulan terakhir, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi kata kunci utama yang menggerakkan pasar saham AS.
Perusahaan seperti Nvidia terus mencetak rekor baru berkat permintaan chip AI, sementara Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure memperluas kapasitas cloud untuk melayani kebutuhan data global.

Analis dari Morgan Stanley memperkirakan bahwa AI akan menyumbang hingga 15% pertumbuhan laba S&P 500 pada 2026, menjadikannya salah satu tren paling penting dalam sejarah pasar modal modern.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles