spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wall Street Bangkit! S&P 500 dan Nasdaq Menguat Berkat Saham AI


jelajahtechno.com — Pasar saham Amerika Serikat kembali bergairah pada perdagangan Kamis (23 Oktober 2025), setelah sempat mengalami pelemahan di sesi sebelumnya. Ketiga indeks utama Wall Street — S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite Rebound — kompak menguat, didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi besar serta hasil laporan laba yang kuat dari sejumlah emiten utama.

Berdasarkan data CNBC International, indeks S&P 500 naik 0,58% ke posisi 6.738,44, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 144,20 poin (0,31%) menjadi 46.734,61.
Indeks Nasdaq Composite memimpin reli dengan kenaikan 0,89% ke level 22.941,80, terutama berkat performa saham-saham raksasa teknologi seperti Nvidia, Broadcom, dan Amazon.

Kenaikan hampir 3% saham Oracle juga ikut mendorong penguatan Nasdaq. Perusahaan perangkat lunak ini diuntungkan oleh meningkatnya permintaan untuk solusi kecerdasan buatan (AI) Rebound di sektor korporasi.
Dengan rebound kompak ini, Wall Street menutup pelemahan hari Rabu dan menunjukkan bahwa minat terhadap sektor teknologi masih sangat kuat menjelang akhir Oktober 2025.

Trump–Xi Bakal Bertemu: Ketegangan Global Mulai Mereda

Sentimen pasar membaik setelah pengumuman penting dari Gedung Putih. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pekan depan di Korea Selatan.
Kabar ini langsung mendorong reli saham karena diharapkan dapat meredakan ketegangan dagang antara AS dan China, yang sebelumnya menekan pasar global.

Para investor menilai, pertemuan bilateral tersebut bisa menjadi awal positif bagi stabilisasi hubungan ekonomi dua negara yang saling bergantung secara industri dan teknologi.
Sebelumnya, pada hari Rabu (22/10), kekhawatiran meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak penting ke China, mulai dari aplikasi berbasis AI hingga sistem otomasi pesawat.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Trump dua pekan sebelumnya tentang rencana pelarangan ekspor “semua perangkat lunak penting” mulai 1 November 2025. Namun, kabar pertemuan dengan Xi memberikan jeda psikologis bagi investor yang sempat cemas terhadap potensi perang dagang jilid baru.

Baca juga : Haji Isam Bikin Heboh Bursa, Saham JARR Melonjak Dua Hari Berturut-turut!

Pemulihan Penuh Setelah Koreksi Rabu

Kenaikan Kamis ini menandai pemulihan penuh dari penurunan sebelumnya, di mana S&P 500 sempat turun sekitar 0,5%, Dow Jones kehilangan 334 poin (0,7%), dan Nasdaq anjlok hampir 0,9%.
Pelemahan Rabu dipicu oleh rotasi dana dari saham-saham berisiko ke aset yang lebih aman setelah muncul isu pembatasan ekspor teknologi ke China.

Namun, dengan penguatan sektor teknologi dan hasil kinerja emiten yang solid, Wall Street kini kembali ke jalur positif.
Menurut Giuseppe Sette, Co-founder sekaligus Presiden Reflexivity, volatilitas jangka pendek adalah hal normal dalam pasar bullish seperti saat ini.

“Jangan remehkan pasar bullish hanya karena volatilitas sesaat. Beberapa saham teknologi memang memimpin reli, tapi sekarang kita akan melihat bagaimana ratusan perusahaan global mendapat manfaat dari produktivitas AI,” ujar Sette.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi motor utama penggerak pasar, bahkan mampu mengimbangi dampak negatif isu geopolitik.

Laporan Laba Korporasi AS Jadi Pendorong Utama

Reli Wall Street kali ini juga diperkuat oleh hasil laporan keuangan kuartal ketiga yang sebagian besar melampaui ekspektasi analis.
Menurut data dari FactSet, sekitar 80% perusahaan di indeks S&P 500 yang telah merilis laporan laba mencatatkan hasil lebih baik dari perkiraan pasar.

Beberapa perusahaan besar mencatat lonjakan signifikan:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles