Reaksi Warganet: Antara Gemas dan Merinding
Tren ini memicu berbagai komentar di media sosial.
- Menggemaskan: banyak pemilik hewan merasa senang melihat versi manusia dari peliharaan mereka.
- Estetik: sebagian menganggap hasil AI tersebut cocok untuk dijadikan karya seni atau ilustrasi karakter.
- Menyeramkan: tak sedikit yang merasa ngeri, apalagi jika hasilnya terlalu realistis.
Seorang penulis TechRadar, John-Anthony Disotto, bahkan menulis pengalamannya saat mengubah anjingnya menjadi manusia. Ia merasa tidak nyaman karena gambar yang dihasilkan terlihat seolah-olah benar-benar nyata.
Sisi Etis dan Keamanan Tren AI
Popularitas tren ini tak lepas dari perdebatan etis. Beberapa pertanyaan yang muncul di masyarakat antara lain:
- Apakah aman jika AI terus mengaburkan batas antara kenyataan dan fiksi?
- Apakah bisa menimbulkan fetishisasi atau penggunaan visual yang tidak pantas?
- Bagaimana jika suatu saat tren ini disalahgunakan untuk membuat konten manipulatif?
Meski demikian, selama digunakan sebatas hiburan pribadi dan tidak melanggar hak cipta maupun privasi, tren ini dianggap masih dalam batas wajar.
Tren AI Serupa yang Pernah Viral
Transformasi hewan ke manusia bukan tren AI pertama yang mencuri perhatian. Beberapa tren sebelumnya juga sempat viral:
| Tren AI | Deskripsi | Respons Publik |
|---|---|---|
| AI Time Machine | Mengubah wajah menjadi berbagai versi sejarah (misalnya raja Mesir, prajurit Jepang). | Viral di Instagram dan TikTok. |
| Baby Generator | Memprediksi wajah bayi dari pasangan foto orang tua. | Lucu tapi juga menuai pro-kontra. |
| AI Avatar | Foto pengguna diubah jadi avatar fantasi. | Dipuji sebagai karya seni digital. |
Fenomena ini membuktikan bahwa masyarakat selalu penasaran mencoba batas kreativitas teknologi.



[…] Viral Tren ChatGPT: Transformasi Hewan Peliharaan Jadi Manusia, Imut atau Seram? […]
[…] Viral Tren ChatGPT: Transformasi Hewan Peliharaan Jadi Manusia, Imut atau Seram? […]
[…] Viral Tren ChatGPT: Transformasi Hewan Peliharaan Jadi Manusia, Imut atau Seram? […]