spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

VEO 3.1 vs Sora 2: Siapa Raja AI Video Generator 2025?


jelajahtechno.com — VEO 3.1 disebut sebagai model video AI teratas Google per Oktober 2025—berdasarkan uji banding internal yang dipublikasikan Google DeepMind, di mana penilai manusia membandingkan hasil VEO dengan model populer lain seperti Sora 2 dan Runway Gen-4. Di pengujian itu, VEO unggul pada preferensi keseluruhan, kesesuaian prompt, dan kualitas visual untuk beberapa tugas seperti “ingredients to video”, “scene extension”, hingga “object insertion”. Perlu dicatat, ini adalah benchmark internal Google—bukan peringkat dari lembaga independen—namun tetap memberi gambaran mengapa VEO 3.1 banyak dibicarakan kreator saat ini. Google DeepMind+1

VEO 3.1 membawa realisme yang lebih baik, kontrol prompt yang lebih presisi, serta durasi video beruntun yang lebih panjang melalui fitur Flow. Sejumlah kreator juga membagikan kesan awal di X (Twitter), termasuk demo transisi built-in (zoom in, fade to black, hard cut, glitch) dan kemampuan scene extension untuk memperpanjang adegan secara native. X (formerly Twitter)+1

Apa Artinya “Peringkat #1” Itu?

Menurut halaman evaluasi resmi Google DeepMind, VEO 3.1 meraih state-of-the-art dalam uji head-to-head oleh penilai manusia pada beberapa kapabilitas kunci. Kategori yang ditonjolkan mencakup Overall Preference, Prompt Alignment, dan Visual Quality, jika dibandingkan dengan “model video generatif terkemuka lainnya.” Ini memperkuat klaim bahwa VEO unggul pada aspek realisme, akurasi fisik, konsistensi karakter, dan kontrol naratif multishot. Namun, sekali lagi: sumbernya dari Google, sehingga wajar bila perlu menunggu verifikasi pihak ketiga yang benar-benar independen. Google DeepMind

Di sisi komunitas, ada pendapat pro dan kontra. Beberapa kreator memuji scene extension dan keluwesan narasi, sementara yang lain menilai kualitasnya belum konsisten untuk semua skenario atau menyoroti biaya. Ini normal pada rilis model besar: performa sering bergantung pada gaya prompt, beban server, dan pipeline pascaproduksi. X (formerly Twitter)+1

Baca juga : Cara Menulis Prompt Sora 2 Agar Video AI Terlihat Nyata

Apa Saja yang Bisa Dilakukan VEO 3.1?

Secara fungsi, VEO 3.1 adalah model generasi video dari teks atau gambar (text-to-video dan image-to-video) milik Google. Model ini menghasilkan video berkelanjutan yang realistis, lengkap dengan audio native, dengan konsistensi adegan dan karakter yang ditingkatkan. Contoh mudahnya: deskripsi “jalan kota yang cerah dengan orang-orang berjalan dan mobil yang melintas” dapat menjadi klip urban sinematik berdurasi puluhan detik, lengkap dengan ambience audio. Google AI for Developers+1

Spesifikasi ringkas (yang sudah diumumkan):

  • Durasi: sampai ±60 detik melalui Flow (ekstensi adegan/scene extension). Permintaan API tunggal umumnya 8 detik, lalu bisa dirangkai (chaining). The Verge+1
  • Resolusi: hingga 1080p (24 fps umum, tergantung jalur). Google AI for Developers
  • Audio: native—bisa sinkron dengan adegan dan didukung pada fitur terbaru Flow (misal Ingredients to Video, Frames to Video, Scene Extension dengan audio). The Verge
  • Kontrol multishot & konsistensi karakter: ditingkatkan dari versi sebelumnya (Veo 2/3), termasuk transisi antarbeat. TechRadar+1
  • Batasan: klip API tunggal tetap pendek; resolusi >1080p belum native; untuk video panjang perlu chaining atau fitur extension di Flow. Google AI for Developers+1

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles