spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Trump Beri Grasi ke CZ, Harga Bitcoin Langsung Naik Tajam

Selain sentimen politik, kenaikan harga kripto juga dipicu oleh penguatan bursa saham Wall Street.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS, indeks Nasdaq naik 1%, didorong oleh saham-saham teknologi besar seperti Nvidia dan Amazon yang menguat setelah rilis laporan laba positif.

Kondisi ini ikut mendukung aset berisiko seperti kripto karena investor mulai kembali mencari peluang di luar pasar obligasi.
Kombinasi euforia politik dan optimisme ekonomi membuat Bitcoin dan altcoin utama bergerak kompak ke zona hijau.

Menurut data Bloomberg, korelasi antara Bitcoin dan indeks Nasdaq dalam sebulan terakhir meningkat ke level 0,78 — angka tertinggi sejak Mei 2024. Ini menandakan bahwa investor mulai memperlakukan Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga indikator risk appetite global.

Saham-Saham Kripto Juga Ikut Menguat

Dampak positif dari reli kripto juga terasa di bursa saham. Beberapa perusahaan yang terpapar langsung pada ekosistem blockchain dan Bitcoin mencatat kenaikan harga signifikan:

  • Hut 8 Mining (HUT) naik 7,3%, setelah sehari sebelumnya anjlok 17%.
  • Coinbase (COIN) naik 2% berkat lonjakan volume transaksi.
  • MicroStrategy (MSTR) juga menguat 2%, seiring meningkatnya nilai portofolio Bitcoin mereka.

Kenaikan harga saham ini memperkuat keyakinan bahwa bullish momentum kripto bukan hanya terjadi di aset digital, tetapi juga menjalar ke sektor keuangan tradisional yang terkait dengan blockchain.

Antisipasi Pasar Menjelang Rilis Data Inflasi AS

Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) untuk September yang akan diumumkan pada Jumat (24/10/2025).
Data ini akan menjadi acuan penting bagi The Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Konsensus pasar memperkirakan inflasi inti tetap di 3,1%, dan The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat pekan depan.
Kebijakan suku bunga rendah cenderung menguntungkan aset berisiko seperti kripto, karena biaya peluang untuk menyimpan uang tunai menjadi lebih kecil.

“Setiap tanda pelonggaran moneter bisa mempercepat arus modal masuk ke kripto,” ujar analis makro dari Matrixport Research.
Ia menambahkan, Bitcoin berpotensi kembali ke level psikologis US$ 120.000 jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga secara agresif hingga akhir tahun.

Analisis Teknikal: Tren Bullish Masih Kuat

Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin masih memperlihatkan tren bullish jangka menengah.
Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan angka 63, menandakan momentum beli masih dominan namun belum memasuki area jenuh beli.
Support terdekat berada di US$ 108.000, sementara resistance utama di US$ 111.500–113.000. Jika level ini ditembus, potensi menuju US$ 120.000 terbuka lebar.

Beberapa analis menilai investor ritel dan institusional mulai membangun posisi baru (re-entry) setelah aksi jual pada pertengahan Oktober.
Permintaan dari pasar derivatif juga meningkat, ditandai oleh open interest futures Bitcoin yang naik lebih dari 8% dalam sehari di bursa CME.

Kesimpulan: Momentum Bullish Bisa Berlanjut

Kombinasi faktor politik, makroekonomi, dan teknikal membuat Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian dunia kripto.
Grasi Presiden Donald Trump terhadap CZ Zhao memberikan sinyal positif terhadap arah kebijakan kripto di AS, sementara penguatan Wall Street dan prospek pelonggaran The Fed memperkuat optimisme pasar.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles