spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

TikTok Ads 2025: Strategi, Biaya, dan Praktik untuk Bisnis Online

—-

jelajahtechno.com — TikTok pada tahun 2025 telah berkembang pesat dari sekadar aplikasi hiburan menjadi mesin belanja dan penemuan produk. Dengan lebih dari 126 juta pengguna di Indonesia dan 1,5 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, TikTok bukan lagi hanya platform video pendek untuk tarian dan meme, melainkan juga peluang emas bagi pebisnis untuk beriklan.

Menurut data terbaru, 39% pengguna TikTok membeli produk atau jasa yang mereka temukan di aplikasi ini. Fakta ini membuktikan bahwa TikTok Ads 2025 wajib masuk dalam strategi pemasaran digital Anda. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu TikTok Ads, biaya iklan, jenis-jenis iklan, strategi terbaik, hingga praktik terbaik (best practices) yang bisa Anda terapkan untuk memaksimalkan ROI.

Apa Itu TikTok Ads?

TikTok Ads adalah bentuk konten promosi berbayar yang ditampilkan di feed pengguna secara alami, menyerupai video organik. Bentuknya beragam: mulai dari in-feed ads, branded hashtag challenge, TopView, branded effects, hingga iklan belanja langsung melalui TikTok Shop.

Keunggulan TikTok Ads dibanding platform lain adalah sifatnya yang kreatif, interaktif, dan berbasis komunitas. Dengan algoritma For You Page (FYP), iklan Anda bisa menjangkau audiens yang tepat tanpa terasa dipaksakan.

Baca juga : Strategi Hashtag Efektif untuk Mengembangkan Bisnis Online 2025

Mengapa TikTok Ads Penting di 2025?

Ada beberapa alasan utama mengapa TikTok Ads 2025 sangat relevan untuk bisnis online. Pertama, mayoritas pengguna TikTok berasal dari generasi Z dan Alpha, dua kelompok yang dikenal konsumtif dan menjadi penggerak tren digital. Kedua, rata-rata pengguna menghabiskan hampir 1 jam per hari di aplikasi. Tingkat engagement ini jauh lebih tinggi dibanding platform lain. Ketiga, TikTok Shop memungkinkan transaksi dilakukan langsung tanpa harus keluar aplikasi. Hal ini mengurangi hambatan konsumen dalam membeli produk. Keempat, sistem algoritma TikTok mampu menyesuaikan iklan dengan minat, perilaku, dan interaksi pengguna, sehingga tingkat konversi bisa lebih tinggi.

Siapa yang Cocok Beriklan di TikTok?

TikTok sangat cocok bagi brand yang menjual produk visual seperti fashion, kecantikan, kuliner, lifestyle, dan home décor. Selain itu, platform ini ideal untuk brand yang menargetkan audiens berusia 16–34 tahun, ingin membangun awareness dengan cepat, dan memanfaatkan tren audio, hashtag, serta user-generated content (UGC). Di Indonesia, brand lokal seperti Erigo, Scarlett, dan MS Glow berhasil memanfaatkan TikTok Ads untuk mendongkrak penjualan hingga miliaran rupiah.

Biaya TikTok Ads 2025

Banyak pebisnis bertanya: berapa biaya pasang iklan di TikTok? Secara umum, TikTok menggunakan sistem lelang (auction-based system). Biaya dipengaruhi oleh jenis iklan, target audiens, serta tingkat persaingan industri.

Estimasi Biaya

Minimum daily budget campaign adalah USD 50 (±Rp 750.000). Minimum budget ad group adalah USD 20 (±Rp 300.000). Rekomendasi untuk pemula adalah Rp 15–40 juta per bulan untuk pengujian kreatif. Industri kompetitif seperti fashion dan kecantikan membutuhkan Rp 70–150 juta per bulan agar optimal.

CPM & CPC

TikTok memiliki CPM rata-rata USD 3,21 dan CPC mulai dari Rp 300. Sebagai perbandingan, Meta (Facebook/Instagram) memiliki CPM USD 10,96, CPC USD 1,72, sementara Google Ads CPM USD 18,75, CPC USD 1,06. Kesimpulannya, TikTok Ads lebih murah dibanding Google dan Meta, namun butuh kreativitas konten yang tinggi.

Jenis-Jenis TikTok Ads

Ada beberapa format iklan TikTok populer di 2025.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles