Editing adalah tahap paling penting untuk menciptakan tight copywriting. Jangan takut untuk menghapus kata, kalimat, atau bahkan paragraf jika tidak benar-benar dibutuhkan.
Coba tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah kalimat ini benar-benar menambah makna?
- Apakah kata ini bisa diganti yang lebih pendek?
- Apakah saya bisa menjelaskan ini dalam dua kalimat saja?
Kalau jawabannya “iya”, berarti kamu masih bisa “memeras” tulisanmu lagi.
Proses ini mungkin terasa menyakitkan di awal, tapi hasil akhirnya luar biasa: tulisanmu akan terasa kuat, efisien, dan profesional.
Baca juga : Kenapa Produkmu Nggak Laku Meski Banyak yang Lihat? Ini Jawaban dan Solusinya!
Kesimpulan: Less Is More
Tight copywriting adalah tentang menulis dengan cerdas, bukan banyak. Dengan menghapus kata yang tidak perlu, menyederhanakan kalimat, dan fokus pada pesan utama, kamu akan membuat tulisan yang:
- Lebih mudah dipahami
- Lebih meyakinkan
- Dan lebih cepat menggerakkan pembaca untuk bertindak
Ingat prinsipnya:
✍️ “Setiap kata harus bekerja keras atau keluar dari naskah.”
FAQ: Tight Copywriting
1. Apa bedanya tight copywriting dengan copywriting biasa?
Tight copywriting menekankan efisiensi — setiap kata punya tujuan jelas, tanpa kata pengisi.
2. Apakah tulisan pendek selalu lebih baik?
Tidak selalu. Yang penting bukan panjangnya, tapi kejelasan dan kekuatan pesannya.
3. Apakah semua kata sifat harus dihapus?
Tidak. Gunakan kata sifat hanya jika benar-benar menambah makna atau emosi.
4. Bagaimana cara melatih tight copywriting?
Tulis dulu dengan bebas, lalu edit dengan tegas. Hapus 20–30% kata yang tidak penting.
5. Apakah tight copywriting cocok untuk semua jenis konten?
Ya, terutama untuk konten promosi, landing page, dan email marketing — di mana setiap kata bernilai.




[…] Tight Copywriting: Teknik Menulis Efisien untuk Meningkatkan Konversi […]