2. Pelanggaran Kebijakan
- Menyebarkan konten hoax, ujaran kebencian, SARA, atau pornografi.
- Promosi produk terlarang (obat tanpa izin BPOM, judi online, senjata).
- Iklan dengan klaim berlebihan (misalnya: “dijamin kaya dalam 7 hari”).
3. Aktivitas Mencurigakan
- Akun terlihat palsu (tidak ada foto, tidak ada aktivitas).
- Login dari banyak perangkat atau IP asing.
- Aktivitas mendadak tinggi setelah baru diverifikasi.
4. Laporan dari Pengguna
- Postingan dilaporkan oleh kompetitor.
- Grup atau admin menandai posting sebagai spam.
Dampak Facebook Jail terhadap Bisnis
Masuk Facebook Jail tidak hanya mengganggu aktivitas pribadi, tapi juga berdampak langsung pada bisnis:
- Campaign iklan berhenti → budget terhenti, ROI turun.
- Jangkauan menurun drastis → produk tidak terlihat audiens.
- Hilangnya akun iklan dan Business Page → reputasi digital runtuh.
- Kerugian finansial → UMKM yang bergantung pada Facebook Ads bisa kehilangan pemasukan harian.
Cara Menghindari Facebook Jail
1. Pemanasan Akun Baru
- Lengkapi bio, foto profil, dan data kontak.
- Tambahkan teman asli, bukan random.
- Posting organik lebih dulu sebelum promosi.
2. Batasi Aktivitas Otomatis
- Hindari tools auto-comment, auto-invite, atau auto-like yang tidak resmi.
- Gunakan Facebook Business Suite atau Meta Ads Manager resmi.
3. Patuhi Aturan
- Selalu baca dan ikuti Facebook Community Standards dan Ads Policy.
- Jangan gunakan kata-kata clickbait berlebihan.
- Buat konten orisinil, bukan hasil copy-paste.
4. Atur Frekuensi Posting
- Jangan posting >3 kali per jam di akun baru.
- Variasikan konten (gambar, video, reels, live).




[…] Strategi Monetisasi Aman di Facebook Tanpa Takut Facebook Jail […]