spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Strategi Branding: Temukan Diferensiasi yang Benar-Benar Bernilai


jelajahtechno.com — Setiap pebisnis dan copywriter bermimpi memiliki “keunikan” yang membuat mereka berbeda dari yang lain.
Kita semua ingin menjadi seperti serpihan salju yang tak tertandingi — menonjol di tengah keramaian pasar, menarik perhatian klien seperti madu bagi lebah.

Namun, mari kita jujur sebentar: apakah benar-benar mungkin menjadi unik di era digital sekarang ini?

Dalam episode Hot Copy Podcast, Kate Toon dan Belinda Weaver mengajak kita memandang ulang konsep “keunikan” dalam pemasaran. Mereka menyebutnya sebagai mitos terbesar dalam dunia bisnis modern.

Tapi tenang, mereka tidak berhenti di situ. Mereka juga membagikan cara-cara praktis untuk menemukan differentiator atau “pembeda nyata” — kekuatan khas yang membuat bisnis kita tetap relevan, diingat, dan dipilih.

Mitos tentang Keunikan: Kamu Bukan Salju Istimewa

Banyak orang percaya bahwa keberhasilan bisnis hanya bisa diraih dengan menjadi satu-satunya. Padahal, di dunia yang sudah dipenuhi dengan ribuan produk serupa, menjadi benar-benar “unik” hampir mustahil.

Kenyataannya, orang tidak mencari yang unik — mereka mencari yang relevan, dipercaya, dan sesuai kebutuhan.

Lihat saja industri seperti:

  • Kopi: hampir semua kafe menjual cappuccino dan latte.
  • Fashion: setiap merek mengklaim punya “gaya khas”.
  • Jasa digital: ribuan agensi SEO atau copywriting menawarkan “layanan terbaik”.

Jadi, jika semua orang berusaha menjadi unik dengan cara yang sama, keunikan itu justru kehilangan maknanya.

Kate dan Belinda menyimpulkannya dengan sederhana:

“Kamu bukan serpihan salju spesial — tapi bukan berarti kamu tidak bisa berbeda.”

Baca juga : Cara Cerdas Menggunakan Angka agar Copywriting Lebih Efektif

Diferensiasi vs. Keunikan

Mari kita luruskan dulu: diferensiasi (differentiation) tidak selalu sama dengan keunikan (uniqueness).

  • Keunikan berarti tidak ada satu pun yang serupa di dunia ini.
  • Diferensiasi berarti kamu menyoroti sesuatu yang spesifik dan bernilai bagi audiensmu — bahkan jika hal itu juga dimiliki orang lain.

Contohnya:

  • Dua restoran bisa sama-sama menjual nasi goreng. Tapi yang satu menonjol karena menggunakan bahan organik lokal.
  • Dua agensi copywriting bisa sama-sama profesional. Tapi salah satunya dikenal karena gaya tulisannya yang humoris dan membumi.

Itulah kekuatan diferensiasi — bukan klaim “kami satu-satunya”, tapi “kami melakukan hal ini dengan cara yang bermakna.”

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles