Pendapatan perusahaan tetap kuat meski harga batu bara global terkoreksi, berkat kontribusi sektor emas dan alat berat yang masih solid.
Kinerja keuangan kuartal II/2025 mencatatkan pendapatan bersih Rp 80,6 triliun dan laba bersih Rp 9,8 triliun, meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Katalis positif lainnya adalah kenaikan harga emas dunia yang kini mendekati US$ 2.650 per troy ounce, tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kondisi ini membuat divisi pertambangan emas UNTR menjadi penopang utama profitabilitas perusahaan.
Sentimen Pasar: Asing Masih Akumulasi Saham UNTR
Aksi beli investor asing menjadi indikator penting dalam tren kenaikan saham UNTR.
Dalam tiga bulan terakhir, total net buy asing mencapai Rp 549,22 miliar, menandakan keyakinan investor global terhadap prospek bisnis perusahaan.
Analis menilai akumulasi asing ini bukan sekadar aksi spekulatif, melainkan refleksi optimisme terhadap stabilitas kinerja jangka panjang United Tractors di tengah ketidakpastian pasar komoditas.
“Investor asing memandang UNTR sebagai saham value yang undervalued dengan dividen yield menarik dan fundamental kuat,” tulis laporan Ciptadana Sekuritas Asia.
Selain itu, posisi UNTR sebagai bagian dari grup Astra International memberikan sinergi strategis yang memperkuat stabilitas operasional dan jaringan bisnis.
Prospek Harga Emas dan Dampaknya terhadap UNTR
Kenaikan harga emas dunia menjadi katalis utama saham UNTR dalam beberapa bulan terakhir.
Permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven asset) meningkat seiring dengan ketegangan geopolitik global dan kekhawatiran terhadap inflasi AS yang masih tinggi.
Menurut data Bloomberg Commodity Index, harga emas global berpotensi menembus US$ 2.700 per troy ounce jika inflasi AS tidak mereda pada kuartal IV/2025.
Kondisi ini dipastikan menguntungkan perusahaan seperti UNTR yang memiliki eksposur langsung terhadap sektor emas.
Dengan margin keuntungan emas yang lebih tinggi dibanding batu bara, laba bersih UNTR bisa tumbuh lebih cepat jika harga komoditas ini bertahan di level tinggi hingga akhir tahun.
Rekomendasi Analis: Buy On Weakness dengan Target Rp 28.000
Mayoritas analis masih merekomendasikan buy untuk saham UNTR.
Secara teknikal, indikator RSI (Relative Strength Index) masih di level 63—belum masuk area overbought—menandakan ruang kenaikan masih terbuka.
Berikut ringkasan rekomendasi analis per 18 Oktober 2025:
| Analis / Sekuritas | Rekomendasi | Target Harga | Catatan |
|---|---|---|---|
| MNC Sekuritas | Buy on Weakness | Rp 28.025 | Momentum kuat, volume meningkat |
| Ciptadana Sekuritas | Buy | Rp 28.500 | Prospek emas mendukung |
| CGS-CIMB Sekuritas | Hold | Rp 27.000 | Tunggu breakout MA50 |
| BRI Danareksa Sekuritas | Buy | Rp 29.000 | Valuasi masih menarik |
| Mandiri Sekuritas | Accumulate | Rp 28.200 | Dividend yield tinggi |
Dengan asumsi harga UNTR menembus resistance Rp 27.350, potensi kenaikan berikutnya terbuka menuju Rp 28.000–Rp 29.000, sekaligus memperbarui all-time high tahunan.




[…] Saham UNTR Naik 3,75%, Asing Borong Besar-Besaran: Target Rp 28.000 […]