spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Saham SOFA Jadi Top Gainer, Rencana Akuisisi Dorong Euforia Investor

Transformasi besar Boston Furniture terjadi ketika anak usahanya, PT Pratama Satya Prima (PSP), mengumumkan penambahan kegiatan usaha baru pada 15 Oktober 2025, yaitu:

  • Pengolahan sampah (recycling dan waste processing)
  • Pembangkit listrik berbasis limbah (waste to energy / WtE)

Langkah ini menandakan arah baru perseroan yang tidak lagi terbatas di industri furnitur, melainkan masuk ke sektor energi hijau yang tengah naik daun di Indonesia.

Sektor waste to energy dipandang sebagai industri strategis masa depan, terutama seiring dengan target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 dan meningkatnya kebutuhan energi ramah lingkungan.

“Boston Furniture sedang berevolusi menjadi perusahaan energi terbarukan. Diversifikasi ini sejalan dengan arah ekonomi hijau nasional,” ujar seorang analis dari Mirae Asset Sekuritas.

Potensi Bisnis Waste to Energy di Indonesia

Bisnis waste to energy (WtE) memiliki prospek besar di Indonesia. Menurut data Kementerian ESDM, potensi energi listrik dari sampah domestik bisa mencapai 12.000 megawatt (MW) secara nasional. Namun, baru sekitar 250 MW yang telah dimanfaatkan melalui proyek-proyek di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung.

Dengan memasuki sektor ini, Boston Furniture berpeluang mengisi celah pasar energi alternatif yang masih minim pesaing. Apalagi, pemerintah telah memberikan insentif fiskal dan tarif jual listrik khusus (feed-in tariff) bagi perusahaan pengolah limbah menjadi energi.

Langkah ini dapat memperkuat posisi SOFA sebagai emiten dengan diversifikasi bisnis berkelanjutan di BEI, mengikuti jejak sejumlah perusahaan energi hijau seperti Indika Energy (INDY) dan TBS Energi Utama (TOBA).

Reaksi Pasar: Investor Bersiap, Saham Siap Volatil

Meskipun peluang bisnis baru terlihat menjanjikan, analis mengingatkan bahwa saham SOFA berisiko tinggi terhadap volatilitas ekstrem, terutama setelah pembukaan kembali perdagangan.

“Saham SOFA bisa sangat fluktuatif karena masuk papan pemantauan khusus. Investor sebaiknya berhati-hati dan memperhatikan batas auto-rejection 10%,” kata analis MNC Sekuritas, Jumat (18/10/2025).

Dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil dan sentimen akuisisi yang masih hangat, SOFA berpotensi menjadi saham gorengan jangka pendek, namun tetap menarik bagi investor berani risiko.

Arah Baru Perseroan: Dari Furnitur ke Energi Hijau

Transformasi bisnis Boston Furniture menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tidak ingin stagnan di sektor furnitur yang margin-nya tipis dan sangat kompetitif. Perpindahan ke bisnis energi dan pengolahan limbah justru membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, akuisisi oleh PT Asia Investment Capital (AIC) dapat memberi suntikan modal dan arah strategis baru. Investor menilai, setelah AIC resmi menjadi pengendali, SOFA bisa berubah menjadi emiten berbasis investasi energi dan infrastruktur, bukan sekadar produsen furnitur.

Dalam jangka menengah, fokus bisnis SOFA diprediksi akan bergeser ke:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles