spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Saham Sawit BWPT Murah Banget, Potensi Naik 39% Menurut UOB Kay Hian

Kenaikan ini ditopang oleh:

  • Harga CPO global yang rata-rata mencapai 4.000 ringgit per ton, naik dari 3.650 ringgit per ton di 2024.
  • Efisiensi biaya produksi di beberapa wilayah operasional.
  • Sertifikasi RSPO yang membuka akses ke pasar ekspor dengan margin lebih tinggi.

UOB memperkirakan tren positif ini akan berlanjut hingga paruh kedua 2025 karena harga CPO cenderung bertahan tinggi di tengah peningkatan permintaan global, terutama dari India dan China.

Restrukturisasi Utang: Target DER Turun Jadi 1 Kali

Selain kuasi reorganisasi, BWPT juga menargetkan penurunan rasio utang terhadap ekuitas (Debt-to-Equity Ratio/DER) secara signifikan. Per Juni 2025, DER BWPT masih berada di level 2,5 kali, namun manajemen menargetkan angka tersebut turun menjadi 1,85 kali di akhir 2025, dan 1 kali pada 2026.

Langkah ini akan memperkuat posisi keuangan perusahaan, mengurangi beban bunga, serta membuka ruang bagi ekspansi bisnis dan pembagian dividen.

“Struktur keuangan yang lebih efisien akan membantu BWPT mempercepat pertumbuhan, terutama di tengah tren harga CPO yang masih positif,” tulis UOB dalam analisisnya.

Analisis Teknikal: Struktur Bullish Masih Terjaga

Secara teknikal, pergerakan saham BWPT masih menunjukkan tren bullish jangka menengah. UOB Kay Hian merekomendasikan strategi buy on weakness (BOW) di area Rp 155–Rp 165 per lembar saham, dengan target harga (TP) di Rp 210 dan stop loss di bawah Rp 145.

Meski pada perdagangan terakhir Jumat (17/10/2025) saham BWPT turun 14,6% ke Rp 151, potensi kenaikan masih terbuka lebar — mencapai 39% dari harga saat ini.

Beberapa indikator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index) dan MACD menunjukkan sinyal jenuh jual (oversold), membuka peluang rebound kuat dalam waktu dekat.

Valuasi Murah Dibandingkan Emiten Sawit Lain

Salah satu alasan UOB merekomendasikan saham BWPT adalah valuasinya yang sangat menarik. Dengan PER (Price to Earnings Ratio) 2025 sebesar 17 kali, saham ini berada di bawah rata-rata sektor agrikultur sebesar 20,7 kali. Artinya, secara fundamental, harga saham BWPT masih undervalued dibandingkan para pesaingnya seperti Astra Agro Lestari (AALI) dan London Sumatra (LSIP).

Bagi investor jangka menengah, kondisi ini bisa menjadi peluang emas untuk mengoleksi saham sawit murah dengan potensi cuan besar.

Faktor Pendorong Harga Saham BWPT ke Depan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles