spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Roald Dahl’s Style: Cara Membuat Copywriting yang Menyentuh Hati Pembaca

Pernah membaca buku Roald Dahl keras-keras? Rasanya seperti mendengarkan seseorang yang sedang bercerita langsung kepadamu. Kalimatnya pendek, kadang diselingi seruan, dan terasa akrab. Dahl menulis seolah sedang berbicara.

Pelajaran Copywriting

Gunakan gaya percakapan agar pembaca merasa diajak bicara, bukan diajarin.

Kamu bisa memakai kalimat pendek, tanda seru, atau bahkan pertanyaan retoris.
Contoh:

  • “Pernah ngerasa frustrasi karena followers nggak naik-naik?”
  • “Tenang, kamu nggak sendirian.”
  • “Yuk, saya tunjukkan caranya.”

Nada seperti ini terasa hangat, personal, dan manusiawi.

Namun, gaya percakapan bukan berarti harus terlalu santai. Sesuaikan dengan karakter brand-mu:

  • Produk anak muda → gunakan gaya “teman sebaya”
  • Brand korporat → tetap profesional tapi tetap ramah
  • Bisnis B2B → lebih formal tapi tidak kaku

Kuncinya: tulis seolah kamu berbicara dengan satu orang, bukan ribuan pembaca.

4. Jangan Takut Bahas “Masalah”

Salah satu ciri khas Dahl adalah: ia tidak menghindari sisi gelap kehidupan. Dalam ceritanya, ada anak yatim, orang jahat, atau situasi menakutkan. Tapi justru karena itu, akhir ceritanya terasa lebih memuaskan — karena ada perjalanan dari masalah menuju kemenangan.

Pelajaran Copywriting

Masalah adalah bahan bakar emosi.

Dalam dunia copywriting, dikenal formula PAS (Pain – Agitate – Solve):

  1. Pain: Tunjukkan masalah yang dihadapi audiens
  2. Agitate: Buat mereka benar-benar merasa tidak nyaman kalau masalah itu tidak diselesaikan
  3. Solve: Tawarkan solusi dengan produk atau jasa kamu

Contoh:

“Capek terus kerja keras tapi penghasilan tetap segitu-gitu aja? Mungkin masalahnya bukan di usahamu, tapi di strategi digitalmu.”

Dengan menunjukkan masalah terlebih dahulu, pembaca merasa kamu mengerti penderitaan mereka, bukan sekadar menjual sesuatu.

5. Buat Pembaca Merasa Berdaya

Dalam hampir semua karya Dahl, anak-anaklah yang jadi pahlawan. Mereka mungkin kecil, tapi mereka cerdas, berani, dan selalu menemukan jalan keluar. Dahl membuat pembacanya percaya bahwa mereka pun bisa melakukan hal besar.

Pelajaran Copywriting

Jadikan pembaca sebagai pahlawan dalam cerita, bukan kamu atau produkmu.

Kalimat seperti:

“Produk kami adalah yang terbaik di pasaran.”
tidak akan seefektif:
“Dengan alat ini, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan 2x lebih cepat.”

Copy yang baik tidak memusatkan perhatian pada merek, tapi pada apa yang bisa dicapai pembaca.

Dalam konteks pemasaran, tugasmu bukan hanya menjual barang, tapi juga memberi rasa percaya diri bahwa mereka bisa berhasil dengan bantuan produkmu.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles