jelajahtechno.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan pencapaian bersejarah pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Pada penutupan sesi I, IHSG melesat 38,21 poin atau 0,46% ke level 8.312,57, setelah bergerak di rentang 8.283 – 8.351 sepanjang sesi. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday yang pernah dicapai oleh IHSG sejak bursa Indonesia berdiri.
Kinerja impresif ini memperpanjang tren positif IHSG setelah sehari sebelumnya juga menembus rekor penutupan tertinggi di level 8.274. Dengan kenaikan ini, peluang untuk mencetak reli rekor baru di penutupan perdagangan akhir pekan semakin terbuka lebar.
Aktivitas Perdagangan Menggeliat
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas perdagangan pada sesi I sangat tinggi. Tercatat 15,38 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,51 triliun. Frekuensi perdagangan pun melonjak hingga 1.454.724 kali transaksi, menandakan antusiasme investor yang luar biasa.
Secara keseluruhan, 336 saham mengalami kenaikan harga, 315 saham melemah, dan 157 saham stagnan. Perbandingan tersebut menunjukkan sentimen pasar yang relatif positif, dengan dominasi sektor-sektor unggulan yang menguat signifikan.
Baca juga : CBRE Beli Kapal Rp 1,6 Triliun, Sahamnya Langsung Meroket
Sektor Properti Jadi Motor Penggerak IHSG
Mayoritas sektor saham tercatat menguat pada penutupan sesi I. Sektor properti menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan 3,33%, diikuti oleh:
- Sektor industri naik 1,36%
- Sektor kesehatan menguat 1,22%
- Sektor keuangan naik 1,15%
- Sektor energi menanjak 0,25%
Kinerja positif sektor properti dinilai sebagai respons pasar terhadap turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan ekspektasi pertumbuhan sektor konstruksi serta perumahan pada kuartal IV-2025. Selain itu, meningkatnya aktivitas investasi asing di kawasan penunjang IKN (Ibu Kota Nusantara) juga memberi dorongan kuat terhadap saham-saham properti.
Sebaliknya, beberapa sektor mengalami pelemahan, seperti:
- Sektor teknologi turun 1,33%
- Sektor barang konsumsi primer melemah 0,69%
- Sektor barang baku turun 0,41%
- Sektor barang konsumsi non primer turun 0,30%
- Sektor infrastruktur melemah 0,23%
Meski demikian, tekanan tersebut tidak cukup signifikan untuk menahan laju positif IHSG secara keseluruhan.




[…] Rekor Baru! IHSG Tembus 8.312, Empat Saham Melesat Tajam […]