spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Rekor Baru! Emas Antam Sentuh Rp 2,4 Juta per Gram, Saham EMAS & BRMS Ikut Terbang

Selain sektor tambang emas, saham perbankan big cap seperti BBCA juga masih menarik untuk portofolio diversifikasi.
KB Valbury Sekuritas menilai saham BBCA memiliki potensi cuan hingga 47%, dengan strategi buy on weakness di area Rp 7.350–7.500 dan target harga Rp 7.600.

Diversifikasi ke saham defensif seperti BBCA bisa menjadi langkah strategis bagi investor yang ingin menyeimbangkan risiko volatilitas harga komoditas emas.

Kesimpulan: Emas Jadi Raja, Saham Tambang Siap Panen

Kenaikan harga emas Antam yang “ugal-ugalan” dan proyeksi HSBC hingga 2026 menegaskan bahwa tren bullish emas belum selesai.
Investor domestik kini dihadapkan pada dua peluang besar: investasi emas fisik untuk keamanan nilai, dan investasi saham tambang emas untuk potensi cuan lebih tinggi.

Saham EMAS dan BRMS menjadi sorotan utama, sementara BBCA bisa menjadi portofolio penyeimbang yang stabil.
Dengan berbagai katalis positif, sektor emas berpotensi tetap bersinar hingga 2026 — selama inflasi, geopolitik, dan ketegangan global belum mereda.

“Selama emas masih jadi simbol keamanan global, reli ini belum akan berhenti,” simpul analis GoldResearch Asia.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa harga emas Antam terbaru?
Per 18 Oktober 2025, harga emas Antam mencapai Rp 2.428.000 per gram, naik Rp 103.000 dalam sepekan.

2. Apa penyebab utama kenaikan harga emas?
Kenaikan dipicu oleh melemahnya dolar AS, meningkatnya permintaan bank sentral dunia, dan ketidakpastian geopolitik global.

3. Berapa ramalan harga emas global hingga 2026?
HSBC memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 5.000 per troy ounce pada 2026 jika tren safe haven berlanjut.

4. Saham tambang emas apa yang direkomendasikan?
Indo Premier merekomendasikan EMAS, sementara Kisi Sekuritas menilai BRMS masih layak beli berkat ekspansi dan kenaikan harga emas dunia.

5. Apakah saham perbankan seperti BBCA masih menarik?
Ya. BBCA direkomendasikan buy on weakness dengan potensi cuan hingga 47%, cocok untuk portofolio diversifikasi.

Sumber Rujukan

  • Investor.id – Daftar berita populer ekonomi dan investasi per 19 Oktober 2025
  • HSBC Global Metals Outlook 2025–2026
  • Indo Premier Sekuritas – Riset saham EMAS
  • Kisi Sekuritas – Analisis saham BRMS Oktober 2025
  • GoldResearch Asia – Laporan harga emas dunia 2025
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) – Data saham ANTM, EMAS, BRMS, dan BBCA

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles