b. Button CTA
Tombol yang menonjol secara visual — biasanya di akhir halaman atau di hero banner.
Contoh: “Mulai Sekarang Gratis” (dengan warna kontras dan posisi strategis).
Tombol harus menonjol, tapi tetap sejalan dengan desain merek. Hindari CTA yang berteriak secara visual tanpa makna.
5. Hindari 5 Kesalahan Fatal CTA
Banyak bisnis kehilangan potensi konversi karena kesalahan dasar. Berikut jebakan yang harus dihindari:
❌ 1. CTA Terlalu Umum
Contoh: “Klik di sini.”
→ Tidak jelas manfaatnya dan kehilangan konteks.
❌ 2. Terlalu Banyak CTA
Terlalu banyak tombol membuat pengunjung bingung mau klik yang mana. Fokus pada satu aksi utama per halaman.
❌ 3. CTA Tanpa Relevansi
Jika CTA tidak sesuai dengan konten halaman, konversi akan jatuh. Misal, artikel edukasi ditutup dengan CTA “Beli Sekarang!”—terlalu cepat dan agresif.
❌ 4. CTA Tersembunyi
Tombol atau tautan terlalu kecil, warnanya tidak kontras, atau letaknya di bawah terlalu jauh.
❌ 5. Tidak Ada CTA Sama Sekali
Masih banyak website yang menjelaskan panjang lebar tanpa memberi langkah lanjut. Padahal tanpa CTA, pengunjung hanya membaca lalu pergi.
6. Formula Menulis CTA yang Efektif
Gunakan formula [Aksi] + [Manfaat] + [Rasa Aman].
Contoh penerapan:
- “Coba Gratis 14 Hari (Tanpa Kartu Kredit)”
- “Unduh Panduan SEO dan Gandakan Trafik Website Kamu”
- “Mulai Belajar Sekarang — Gratis untuk Pengguna Baru”
Kamu juga bisa bereksperimen dengan format naratif:
“Saya Ingin Tahu Strategi Ini!”
“Bawa Bisnis Saya ke Level Berikutnya”
Format ini memberi kesan partisipasi dan motivasi personal.
7. A/B Testing: Rahasia CTA dengan Konversi Tertinggi
CTA yang efektif adalah hasil eksperimen, bukan tebakan. Lakukan A/B testing pada:
- Kata kunci utama: “Coba” vs “Mulai” vs “Pelajari”
- Warna tombol: biru (kepercayaan) vs oranye (aksi)
- Posisi: atas halaman, tengah konten, akhir artikel
- Panjang teks: singkat (2 kata) vs deskriptif (5–7 kata)




[…] Rahasia Menulis Call to Action yang Tidak Bisa Ditolak Pelanggan […]