Kelebihan newsjacking:
- Lebih relevan dan cepat menarik perhatian publik.
- Dapat membantu tulisanmu naik di Google Trends.
- Memperlihatkan bahwa brand kamu up-to-date dan peka konteks.
Namun tetap hati-hati. Jangan memanfaatkan isu sensitif atau tragedi untuk clickbait. Pastikan relevan dan disampaikan dengan empati.
Bonus: Gabungkan Beberapa Teknik Sekaligus
Kamu bisa mengombinasikan beberapa trik di atas dalam satu artikel.
Contoh:
“Panduan Produktivitas ala Tony Stark: Jadi Efisien Total dalam 7 Hari.”
Di sini kamu memadukan:
- Tokoh ikonik (Tony Stark)
- Elemen waktu (7 hari)
- Tema generik (produktif)
Hasilnya? Artikel lama dengan wajah baru—lebih segar, menarik, dan SEO-friendly.
Langkah Praktis untuk Copywriter Indonesia
- Buat riset kecil di Google Trends untuk menemukan topik lama yang masih ramai dibahas. Tambahkan sudut pandang baru.
- Gunakan bahasa natural agar terasa dekat dengan pembaca.
- Tambahkan elemen budaya lokal: arisan, mudik, gajian, atau kopi pagi.
- Gunakan storytelling dan humor agar tulisan tidak kaku.
- Beri CTA (Call To Action) yang kontekstual, seperti: “Coba tulis ulang artikel lamamu dengan gaya karakter favoritmu!”
Kesimpulan
Menulis topik generik bukan berarti hasilnya harus generik juga.
Dengan sedikit kreativitas—menggunakan perbandingan unik, batas waktu, tokoh ikonik, cerita pribadi, format baru, fokus sempit, dan tren aktual—kamu bisa mengubah topik biasa menjadi karya luar biasa.
Ingat, nilai sebuah tulisan bukan pada topiknya, tapi pada cara kamu menyampaikannya.
Baca juga : Long Copy atau Short Copy? Ini Jawaban Ahli Copywriting
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa itu topik generik dalam dunia penulisan?
Topik generik adalah tema yang terlalu umum dan sudah sering dibahas, seperti “cara menabung”, “tips sehat”, atau “strategi bisnis online”. Namun, dengan pendekatan kreatif, topik ini tetap bisa dikemas menarik.
2. Kenapa penting membuat topik generik jadi menarik?
Karena pembaca internet Indonesia kini lebih selektif. Artikel yang “itu-itu saja” akan kalah dengan konten yang punya sudut pandang baru dan storytelling kuat.
3. Apakah semua teknik di atas cocok untuk konten bisnis?
Ya, asalkan disesuaikan dengan gaya brand. Untuk brand formal, gunakan perbandingan logis dan studi kasus. Untuk brand santai, bisa bermain dengan humor dan tokoh pop culture.
4. Apakah menulis pengalaman pribadi bisa meningkatkan SEO?
Secara tidak langsung, iya. Cerita asli meningkatkan engagement, waktu baca, dan shareability—faktor yang membantu ranking SEO.
5. Bagaimana menyesuaikan gaya tulisan dengan audiens Indonesia?
Gunakan bahasa yang ringan, campur sedikit idiom lokal, dan hindari istilah asing berlebihan. Sesekali tambahkan konteks lokal agar terasa dekat.
6. Apa risiko newsjacking?
Salah memilih isu bisa dianggap oportunis atau tidak empatik. Hindari tragedi, konflik politik, dan isu sensitif. Gunakan momen yang relevan dengan nilai brand.
7. Bagaimana menjaga orisinalitas saat topik sudah banyak dibahas?
Fokuslah pada pengalaman pribadi, studi kasus lokal, atau data baru. Gunakan sudut pandangmu sendiri—itulah nilai unik yang tidak bisa disalin.
8. Seberapa penting format konten bagi SEO?
Sangat penting. Google menyukai artikel yang mudah dipindai: subjudul jelas, bullet point, paragraf pendek, dan visual pendukung seperti gambar atau infografik.
9. Apakah perbandingan lucu atau aneh bisa menurunkan kredibilitas tulisan?
Tidak, asal masih relevan. Justru analogi ringan membantu pembaca memahami topik kompleks dengan cara menyenangkan.




[…] Rahasia Copywriter: Cara Bikin Topik Biasa Jadi Tulisan Luar Biasa […]