Ia menambahkan, diplomasi Indonesia di bawah Prabowo tidak lagi sekadar berbicara soal kedaulatan, tetapi juga menunjukkan kemampuan nyata — baik dari sisi ekonomi, militer, maupun kredibilitas sebagai bangsa besar.
Indonesia kini tampil sebagai negara yang percaya diri dan dihormati, bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi karena kepemimpinan yang kuat dan berkarakter.
Diplomasi yang Membangun Kepercayaan dan Kemandirian
Keberhasilan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo, menurut Veritas Institut, juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan internasional terhadap stabilitas politik dan ekonomi nasional.
Prabowo dinilai mampu menjaga keseimbangan antara nasionalisme dan keterbukaan global, sehingga Indonesia dapat menjadi mitra strategis yang dipercaya banyak negara.
Dalam satu tahun pemerintahan, sejumlah capaian diplomasi telah dicatat, antara lain:
- Meningkatnya kerja sama ekonomi dan investasi lintas kawasan, terutama dari Timur Tengah, Jepang, dan Eropa.
- Penguatan aliansi strategis di bidang pertahanan melalui transfer teknologi dan pelatihan bersama.
- Peran aktif Indonesia dalam forum perdamaian global, termasuk dukungan bagi penyelesaian konflik kemanusiaan.
- Dorongan terhadap multilateralism dan diplomasi ekonomi yang berpihak pada negara berkembang.
Dengan capaian tersebut, banyak analis menilai Indonesia kini kembali memiliki kredibilitas global yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Gaya Prabowo: Tegas, Nasionalis, dan Diplomatis
Ciri khas diplomasi Prabowo adalah perpaduan antara ketegasan nasionalisme dan kehalusan diplomasi internasional.
Ia dikenal tidak segan mengkritik kebijakan global yang tidak adil, namun tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara besar.
Gaya ini membawa warna baru dalam hubungan luar negeri Indonesia.
Prabowo menempatkan kepentingan nasional di atas segalanya, namun tetap menjunjung tinggi prinsip kerja sama dan saling menghormati.
Ia juga mengedepankan narasi “Indonesia yang berdaulat tapi terbuka”, yaitu berdiri sejajar dengan negara lain tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Bagi Veritas Institut, pendekatan semacam ini menjadi ciri khas kepemimpinan modern yang dibutuhkan Indonesia di era multipolar seperti sekarang.
“Keberanian dan konsistensi Prabowo menjadi faktor utama meningkatnya respek global. Dunia melihat Indonesia kini tahu siapa dirinya,” tutur Aldi.
Indonesia sebagai “Middle Power” Baru
Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai bahwa Indonesia di bawah Prabowo tengah membangun posisi sebagai middle power baru — kekuatan menengah yang mampu menjembatani negara maju dan berkembang.
Konsep ini mirip dengan diplomasi negara seperti Korea Selatan dan Turki yang aktif membangun pengaruh regional sambil mempertahankan kemandirian nasional.
Dengan penguatan sektor pertahanan, ekonomi, dan diplomasi multilateral, Indonesia berpotensi menjadi pusat gravitasi baru di Asia Tenggara.
Kemandirian industri strategis, seperti pertahanan dan energi, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain global yang diperhitungkan.
Martabat Bangsa di Era Global
Dalam pandangan Veritas Institut, martabat bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi atau militer, tetapi juga dari cara negara membawa diri di panggung dunia.
Prabowo dinilai berhasil menampilkan wajah Indonesia yang beradab, kuat, dan berprinsip — sebuah identitas yang lama dirindukan banyak pihak.




[…] Prabowo Jadi Simbol Diplomasi Kuat dan Bermartabat, Dunia Akui Peran Indonesia […]