spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Prabowo Jadi Simbol Diplomasi Kuat dan Bermartabat, Dunia Akui Peran Indonesia


jelajahtechno.com — Gaya diplomasi Presiden Prabowo Subianto di berbagai forum internasional selama satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih dinilai telah berhasil mengangkat kembali martabat Indonesia di mata dunia.
Menurut lembaga riset kebijakan publik Veritas Institut, kepemimpinan Prabowo menghadirkan citra Indonesia yang tegas, berdaulat, namun tetap beretika dan disegani oleh banyak negara besar.

Veritas Institut: Diplomasi Prabowo Tegas tapi Santun

Direktur Veritas Institut, Aldi Tahir Aldi, dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan bahwa gaya diplomasi Prabowo mencerminkan keseimbangan antara ketegasan dan kesantunan, antara keberanian dan etika.
“Diplomasi Prabowo itu tegas tapi santun, berani tapi beretika. Indonesia tidak lagi jadi pengikut, tapi berdiri sebagai pemain utama di antara kekuatan global,” ujarnya.

Menurut Aldi, sikap dan gaya kepemimpinan Prabowo dalam berbagai pertemuan internasional membawa perubahan signifikan terhadap cara dunia memandang Indonesia. Kini, kata dia, Indonesia bukan lagi sekadar peserta dalam percaturan global, melainkan menjadi aktor utama dan penentu arah dialog internasional, khususnya dalam isu-isu strategis kawasan.

Baca juga : Tax Ratio 23% Jadi Target Prabowo, Mungkinkah Bisa Tercapai?

Indonesia Sebagai Jembatan Barat dan Timur

Aldi menilai Prabowo mampu memainkan peran penting dalam menjembatani kepentingan antara blok Barat dan Timur di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Dalam berbagai forum, Presiden Prabowo konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan global, perdamaian, dan kemanusiaan, yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia sebagai negara berdaulat dan cinta damai.

Prabowo disebut selalu menekankan pentingnya kemerdekaan Palestina, penyelesaian konflik di Timur Tengah, dan penolakan terhadap dominasi sepihak negara besar atas negara berkembang.
Hal itu terlihat dari partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai forum penting seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, ASEAN Summit, hingga dialog perdamaian Timur Tengah.

“Dalam banyak kesempatan, Prabowo berbicara apa adanya, tapi tetap dengan rasa hormat. Dunia menilai Indonesia kini punya sikap yang jelas dan berprinsip,” ujar Aldi.

Etos Ksatria dalam Diplomasi Global

Gaya diplomasi Prabowo disebut membawa etos ksatria — jujur, berani, dan terhormat — ke panggung dunia.
Sikap ini dinilai berbeda dari gaya diplomasi Indonesia sebelumnya yang cenderung berhati-hati dan kompromistis.
Dengan pendekatan ini, Indonesia kini dipandang sebagai negara berkarakter kuat, yang mampu menyampaikan pendapat secara terbuka tanpa kehilangan keanggunan diplomatik.

Menurut Veritas Institut, keberanian Prabowo menyuarakan posisi Indonesia secara lugas telah meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kepemimpinan Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan global.
“Dunia melihat Indonesia bukan lagi penonton, tapi pemain aktif dengan visi dan moralitas global,” jelas Aldi.

Diplomasi Pertahanan dan Kemanusiaan Meningkatkan Respek Dunia

Selain diplomasi politik, Prabowo juga dianggap berhasil dalam diplomasi pertahanan dan kemanusiaan.
Langkah-langkah nyata seperti memperkuat kerja sama industri pertahanan nasional, memperluas aliansi strategis dengan Timur Tengah, Jepang, dan Eropa, serta memperjuangkan kemandirian ekonomi nasional telah meningkatkan daya tawar Indonesia di kancah global.

“Kemandirian industri pertahanan nasional dan masuknya investasi strategis dari berbagai kawasan menjadi bukti bahwa diplomasi Indonesia kini punya kekuatan nyata, bukan sekadar wacana,” kata Aldi.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles