- Penurunan utang jangka panjang dibanding tahun sebelumnya → 1 poin
- Rasio lancar (Current Ratio) meningkat dibanding tahun sebelumnya → 1 poin
- Tidak ada penerbitan saham baru → 1 poin
3. Efisiensi Operasional
- Margin laba kotor meningkat dibanding tahun sebelumnya → 1 poin
- Perputaran aset (Asset Turnover Ratio) meningkat → 1 poin
Total dari kriteria di atas akan menghasilkan skor 0–9.
- Skor 8–9 → Perusahaan sehat dan bernilai tinggi (value stock yang menarik).
- Skor 0–2 → Perusahaan lemah, berisiko tinggi, sebaiknya dihindari.
- Skor 3–7 → Perlu analisis tambahan sebelum mengambil keputusan.
Contoh Perhitungan Piotroski Score
Misalkan perusahaan XYZ memiliki data keuangan berikut:
- Laba bersih positif → 1 poin
- ROA positif → 1 poin
- Arus kas operasi positif → 1 poin
- Arus kas > laba bersih → 1 poin
- Utang jangka panjang menurun → 1 poin
- Current ratio menurun → 0 poin
- Tidak ada penerbitan saham baru → 1 poin
- Margin laba kotor menurun → 0 poin
- Asset turnover ratio menurun → 0 poin
Total Skor = 6 dari 9 → Artinya saham ini cukup baik, tapi belum ideal untuk kategori value stock yang sangat kuat.
Perbedaan Piotroski Score dan Altman Z-Score
Banyak investor sering membandingkan Piotroski Score dengan Altman Z-Score.
- Piotroski Score → Fokus pada kekuatan fundamental untuk menemukan saham undervalued yang sehat.
- Altman Z-Score → Fokus pada risiko kebangkrutan perusahaan.




[…] Piotroski Score: 9 Kriteria untuk Analisis Saham Value […]