—
jelajahtechno.com — Investasi jangka panjang adalah strategi di mana seorang investor memegang aset lebih dari 12 bulan, bahkan bisa bertahun-tahun. Aset yang bisa dipegang dalam jangka panjang meliputi obligasi, saham, reksa dana, ETF, hingga aset lain yang bernilai. Strategi ini membutuhkan kesabaran, disiplin, dan kemampuan mengelola risiko.
Salah satu instrumen yang paling populer untuk investasi jangka panjang adalah saham. Dengan menyimpan saham untuk waktu yang lama, investor berpotensi memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya berfokus pada perdagangan jangka pendek.
Contohnya, indeks S&P 500 hanya mengalami kerugian tahunan sebanyak 13 kali dalam periode 1974–2024. Artinya, dalam jangka panjang, pasar saham jauh lebih sering memberikan keuntungan dibandingkan kerugian.
Apa Itu Investasi Saham Jangka Panjang?
Investasi saham jangka panjang berarti membeli saham suatu perusahaan dan menyimpannya selama bertahun-tahun, bukan hanya beberapa minggu atau bulan. Strategi ini didasari pada keyakinan bahwa seiring waktu, nilai perusahaan yang solid akan meningkat sehingga memberikan keuntungan bagi pemegang saham.
Tujuan utama investasi jangka panjang adalah memanfaatkan pertumbuhan modal dan dividen yang terus bertambah. Dengan menahan saham, investor bisa merasakan efek compounding, yaitu keuntungan yang berlipat karena dividen atau capital gain yang diinvestasikan kembali.
Manfaat Memegang Saham dalam Jangka Panjang
1. Hasil Investasi Lebih Baik
Berdasarkan data historis, saham merupakan aset dengan kinerja terbaik dibandingkan instrumen investasi lain seperti obligasi atau emas. Antara 1928 hingga 2023, S&P 500 memberikan rata-rata imbal hasil tahunan sekitar 9,8%, lebih tinggi dari obligasi jangka panjang maupun T-bills.
Meski saham berfluktuasi dalam jangka pendek, data membuktikan bahwa dalam periode panjang, saham cenderung memberikan imbal hasil yang positif.




[…] Manfaat Menyimpan Saham dalam Jangka Panjang: Definisi, Keuntungan, dan Strategi […]