b. EMAS (Merdeka Gold Resources Tbk)
Saham EMAS juga menarik minat asing dengan nilai net buy Rp 54,6 miliar. Kenaikan harga logam mulia membuat sektor tambang kembali diminati sebagai aset lindung nilai terhadap fluktuasi ekonomi global.
Kecenderungan asing masuk ke saham pertambangan menandakan minat pada sektor yang dianggap lebih defensif di tengah ketidakpastian ekonomi. Sektor ini sering menjadi pelarian (safe haven) ketika volatilitas meningkat di sektor keuangan dan teknologi.
4. IHSG Menguat di Tengah Tekanan Asing
Meskipun aksi jual asing cukup besar, IHSG justru ditutup naik 73,58 poin atau 0,91% ke level 8.124,7. Ini menandakan adanya dukungan kuat dari investor domestik yang memanfaatkan tekanan asing sebagai peluang beli.
Berdasarkan data perdagangan:
- 435 saham naik
- 258 saham turun
- 263 saham stagnan
Total nilai transaksi mencapai Rp 19,46 triliun, menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga.
5. Performa Sektor Saham
Mayoritas sektor saham menguat pada akhir perdagangan. Sektor kesehatan menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 3,2%, diikuti sektor transportasi (2,1%), barang konsumsi primer (1,9%), properti (1,4%), dan barang konsumsi non-primer (1,45%).
Sektor bahan baku naik 1,2%, perindustrian 1%, energi 0,7%, dan keuangan 0,1%. Sebaliknya, sektor teknologi turun 2%, dan infrastruktur melemah 0,1%.
Peningkatan pada sektor-sektor berbasis kebutuhan pokok dan kesehatan menunjukkan bahwa investor mulai beralih ke sektor yang dianggap lebih stabil di tengah fluktuasi pasar global.
6. Top Gainers dan Top Losers
Lima saham dengan kenaikan harga terbesar hari itu berasal dari berbagai sektor menengah dan kecil.
Top Gainers:
- KICI (Kedaung Indah Can Tbk) naik 34,3% menjadi Rp 266.
- KIOS (Kioson Komersial Indonesia Tbk) naik 26,9% menjadi Rp 80.
- DKHH (Cipta Sarana Medika Tbk) naik 25,9% menjadi Rp 97.
- TRUK (Guna Timur Raya Tbk) naik 25% menjadi Rp 300.
- BLUE (Berkah Prima Perkasa Tbk) naik 24,8% menjadi Rp 1.055.
Top Losers:
- TEBE (Dana Brata Luhur Tbk) turun 14,95% ke Rp 3.130.
- PGUN (Pradiksi Gunatama Tbk) turun 14,94% ke Rp 20.350.
- JARR (Jhonlin Agro Raya Tbk) turun 14,7% ke Rp 5.050.
- DADA (Diamond Citra Propertindo Tbk) turun 14,7% ke Rp 81.
- OPMS (Optima Prima Metal Sinergi Tbk) turun 13,39% ke Rp 97.
Kenaikan tajam saham berkapitalisasi kecil biasanya dipicu sentimen sesaat, sementara saham yang melemah kemungkinan menghadapi tekanan fundamental atau aksi ambil untung.




[…] Net Sell Asing Meningkat, 4 Saham Unggulan Jadi Sasaran — IHSG Tetap Naik […]