spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Merajut Kerukunan di Tengah Perbedaan

Di era digital saat ini, tantangan merajut kerukunan semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat sering kali dibarengi dengan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang memecah belah. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menyaring informasi, berpikir kritis, dan bersikap bijak dalam bermedia sosial. Media digital seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan memperlebar jurang perbedaan.

Kerukunan juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat sipil harus bersinergi dalam menciptakan iklim yang kondusif. Kebijakan yang adil, penegakan hukum yang tegas, serta ruang partisipasi yang inklusif akan memperkuat rasa kepercayaan dan kebersamaan. Kerukunan tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen dan konsistensi.

Pada akhirnya, merajut kerukunan di tengah perbedaan adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran, sekecil apa pun, dalam menjaga harmoni sosial. Dengan menumbuhkan sikap saling menghormati, memperkuat dialog, dan mengedepankan nilai kemanusiaan, perbedaan tidak lagi menjadi penghalang, melainkan perekat kebangsaan. Dalam kerukunan, keberagaman menemukan maknanya, dan dalam kebersamaan, masa depan yang damai dapat kita wujudkan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles