Setelah menentukan topik, langkah berikutnya adalah menyusun kerangka script (outline). Tujuannya agar ide kamu mengalir rapi dan mudah disampaikan dalam video.
Struktur dasar script YouTube bisa kamu bagi jadi empat bagian:
- Hook (Pembuka yang Menarik)
- Intro (Perkenalan Diri dan Tujuan Video)
- Body (Isi Utama / Pembahasan)
- Closing (Kesimpulan dan Call-to-Action)
Hook — 15 Detik Pertama yang Menentukan
Menurut YouTube, kamu hanya punya 15 detik pertama untuk menarik perhatian penonton. Kalau gagal, mereka akan langsung menutup video dan mencari yang lain.
Gunakan hook yang menunjukkan manfaat utama video.
Contoh: “Dalam 5 menit ke depan, saya akan tunjukkan cara menulis script YouTube yang bikin penonton betah nonton sampai habis.”
Langsung ke poin utama. Jangan bertele-tele.
Intro — Perkenalkan Diri dan Konteks
Setelah hook, perkenalkan dirimu dan jelaskan apa yang akan dibahas.
Contoh: “Halo, saya Fadhli dari JelajahTechno, dan di video ini saya akan berbagi langkah demi langkah menulis script YouTube yang menarik dan efektif.”
Singkat, tapi jelas.
Body — Pembahasan Utama
Inilah bagian inti dari video. Agar tetap fokus dan tidak membosankan, gunakan rumus 3 poin utama saja.
Setiap poin bisa kamu perkuat dengan contoh nyata atau cerita pendek.
Contoh:
- Poin 1: Tentukan topik dengan Google Trends
- Poin 2: Buat outline singkat
- Poin 3: Tulis dengan gaya percakapan
Gunakan kalimat sederhana, dan pastikan setiap bagian mengalir dengan transisi yang halus.
Closing — Ajak Penonton Bertindak
Di bagian akhir, jangan lupa Call to Action (CTA). Minta penonton untuk:
- Like dan subscribe
- Download e-book gratis
- Tonton video lanjutan
Contoh: “Kalau kamu suka panduan ini, klik tombol subscribe dan tonton video berikutnya tentang cara riset topik YouTube yang viral.”
3. Tentukan Durasi Ideal
Berapa lama video sebaiknya? Jawabannya: seperlunya, tapi sependek mungkin.
Riset dari Wistia menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan (engagement) tertinggi ada pada 6–12 menit. Kalau video kamu lebih panjang dari itu, pertimbangkan untuk membaginya menjadi dua bagian agar penonton tidak bosan.
4. Tips Menulis Script YouTube yang Menarik
Tulis dengan Gaya Percakapan
Jangan menulis seperti makalah. Gunakan gaya santai seolah kamu sedang berbicara dengan satu orang teman.
Contoh:
Alih-alih menulis “Video ini akan membahas metode yang efektif untuk meningkatkan engagement,” lebih baik: “Di video ini, saya bakal kasih tahu cara gampang bikin penonton betah nonton sampai akhir.”



