Dengan kombinasi tersebut, analis memperkirakan laba bersih BBRI akan kembali tumbuh positif pada semester II-2026 dengan estimasi kenaikan 9–12% yoy.
Risiko Investasi Saham BBRI
Meskipun direkomendasikan overweight, investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko utama:
- Risiko Kredit: Jika kondisi ekonomi melemah, potensi kenaikan kredit bermasalah dapat menekan profitabilitas.
- Risiko Likuiditas: Ketatnya likuiditas di pasar uang dapat menaikkan biaya dana dan menekan margin.
- Risiko Operasional: Transformasi digital meningkatkan kebutuhan investasi TI dan keamanan siber.
- Kebijakan Pemerintah: Perubahan regulasi pajak dan bunga kredit dapat memengaruhi strategi bisnis BRI.
- Tekanan Eksternal Global: Fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian geopolitik dapat berdampak pada pasar modal domestik.
Baca juga : Rekomendasi Saham BBCA: Beli Saat Turun, Target Cuan 47% dari KB Valbury
Kesimpulan: Momentum Akumulasi Saham BBRI
Meskipun saham BBRI mengalami tekanan dalam jangka pendek, prospek jangka menengah dan panjangnya tetap positif.
Fundamental perusahaan yang kuat, kinerja keuangan solid, serta fokus pada sektor mikro menjadikan BBRI tetap sebagai saham unggulan (blue chip) di sektor perbankan Indonesia.
Analis menilai harga wajar di Rp 4.720 masih memberikan potensi kenaikan (upside potential) sekitar 35% dari level saat ini (Rp 3.500).
Dengan rasio risiko yang terukur dan posisi strategis di sektor keuangan nasional, saham BBRI tetap direkomendasikan “overweight” bagi investor yang mencari stabilitas dan dividen jangka panjang.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Berapa harga saham BBRI saat ini?
Pada Jumat (17/10/2025), saham BBRI ditutup di level Rp 3.500 per saham, turun 0,85% dibanding hari sebelumnya.
2. Apakah BBRI masih layak dikoleksi?
Ya. Meski melemah dalam jangka pendek, BBRI masih direkomendasikan overweight oleh banyak sekuritas karena fundamentalnya kuat.
3. Berapa target harga terbaru saham BBRI?
Kiwoom Sekuritas mematok target harga saham BBRI di Rp 4.720 untuk 12 bulan ke depan.
4. Mengapa laba bersih BBRI menurun?
Penurunan laba disebabkan oleh kenaikan beban pajak sebesar 29,5% qoq serta peningkatan biaya operasional akibat ekspansi dan digitalisasi.
5. Apa risiko utama investasi di saham BBRI?
Risikonya meliputi kenaikan suku bunga, tekanan likuiditas, risiko kredit, serta perubahan kebijakan pemerintah.
Sumber Rujukan
- Bursa Efek Indonesia (BEI) – Data perdagangan 17 Oktober 2025
- Kiwoom Sekuritas Indonesia – Riset Saham BBRI Oktober 2025
- Laporan Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Q2 2025
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Statistik Perbankan Nasional 2025
- Bloomberg Terminal – Data Capital Market Indonesia




[…] Laba BBRI Turun 7,8%, Tapi Fundamental Tetap Kuat […]