—
jelajahtechno.com — Pasar saham Indonesia terus menarik perhatian investor, baik ritel maupun institusi. Dari ratusan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada tiga saham yang sering diperbincangkan: ADRO (Adaro Energy Indonesia Tbk), TOTO (Surya Toto Indonesia Tbk), dan WIFI (Solusi Sinergi Digital Tbk).
Ketiga saham ini mewakili sektor yang berbeda: energi, manufaktur, dan teknologi. Dengan karakteristik bisnis yang unik, saham ADRO, TOTO, dan WIFI layak untuk dipelajari lebih dalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Saham ADRO (Adaro Energy Indonesia Tbk)
Profil Singkat
ADRO adalah salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Didirikan pada 1982, Adaro telah berkembang menjadi grup energi terintegrasi dengan bisnis yang meliputi pertambangan, logistik, pembangkit listrik, dan energi terbarukan.
Kinerja Saham
Saham ADRO dikenal sebagai salah satu saham bluechip sektor energi dengan kapitalisasi pasar besar. Harga saham ADRO sering bergerak seiring dengan naik turunnya harga batu bara global. Pada tahun-tahun ketika harga batu bara naik, kinerja keuangan Adaro melonjak tajam. Namun, saat harga komoditas turun, laba juga tertekan.
Kekuatan dan Tantangan
Kekuatan utama ADRO adalah posisinya sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, perusahaan sudah mulai diversifikasi ke sektor energi terbarukan. Fundamental keuangan juga cukup kuat dengan laba konsisten. Tantangannya terletak pada ketergantungan harga batu bara global, tekanan regulasi terkait transisi energi bersih, serta fluktuasi permintaan dari pasar ekspor seperti China dan India.
Prospek 2025
Dengan tren global menuju energi hijau, ADRO sudah mulai mengembangkan proyek energi terbarukan. Namun, dalam jangka pendek batu bara tetap menjadi penopang utama. Investor perlu memperhatikan kebijakan energi Indonesia dan harga komoditas dunia.



