- #Shorts
- #ShortVideo
- #[NamaNiche]Shorts (misalnya #KulinerShorts atau #GamingShorts).
Berapa Banyak Hashtag Ideal untuk YouTube?
Kesalahan umum kreator adalah menggunakan terlalu banyak hashtag. YouTube secara resmi menyarankan 3–5 hashtag per video.
- 3 hashtag pertama dianggap paling penting.
- Hashtag berlebihan (lebih dari 15) justru bisa dianggap spam.
- Gunakan hanya hashtag relevan, jangan memaksakan hashtag populer yang tidak terkait.
Contoh buruk: video resep bakso diberi hashtag #Gaming atau #Viral. Hal ini tidak hanya tidak relevan, tapi juga bisa menurunkan kepercayaan algoritma pada channel Anda.
Hashtag Generator: Solusi atau Masalah?
Banyak kreator Indonesia menggunakan YouTube hashtag generator online untuk mencari ide. Sayangnya, sebagian besar alat tersebut memberikan saran yang asal-asalan.
Masalah utama:
- Data sering usang, tidak sesuai tren terbaru.
- Saran tidak relevan, misalnya merekomendasikan #viral untuk video tutorial niche.
- Hashtag terlalu umum, seperti #love atau #funny, yang tidak membantu pencarian.
Alternatif yang lebih baik: lakukan riset manual.
- Amati 3–5 kreator besar di niche Anda.
- Lihat video mereka yang performanya tinggi dalam 3 bulan terakhir.
- Catat pola hashtag yang mereka gunakan.
Contoh: kreator teknologi biasanya konsisten dengan #TechReview, #UnboxingIndonesia, atau #GadgetMurah. Sedangkan kreator kecantikan cenderung memakai #MakeupTutorial atau #BeautyHacks.
Menyesuaikan Hashtag dengan Tren Indonesia
Pasar Indonesia punya karakteristik unik. Tren bisa cepat berubah, sering dipengaruhi isu lokal, budaya pop, hingga momen musiman.
- Tahun lalu, channel kuliner ramai memakai #MakanMurah dan #StreetFoodIndonesia.
- Tahun 2025, semakin banyak yang beralih ke #BudgetMeals atau #ResepIrit karena isu ekonomi dan kebutuhan hemat.
Untuk kreator Indonesia, kuncinya adalah selalu mengecek YouTube Analytics setiap 3 bulan. Lihat hashtag mana yang masih relevan, dan ganti yang sudah tidak efektif.




[…] Kesalahan Umum Menggunakan YouTube Hashtags […]