spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Kelebihan dan Kekurangan Cross-Posting di Media Sosial

Kekurangan Cross-Posting

1. Audiens Bisa Jenuh

Sebagian pengguna mengikuti brand di beberapa platform sekaligus. Jika mereka selalu melihat konten yang sama persis, bisa muncul rasa bosan.

Hal ini berpotensi menurunkan engagement atau bahkan membuat audiens berhenti mengikuti akun brand.

2. Tidak Sesuai Format Platform

Setiap platform punya format unggulan:

  • Instagram fokus pada visual dan video singkat.
  • LinkedIn lebih cocok untuk tulisan informatif.
  • Twitter (X) dibatasi karakter pendek.
  • TikTok menekankan video kreatif dan cepat.

Konten yang sama bisa terlihat optimal di satu platform tapi gagal di platform lain.

3. Kehilangan Sentuhan Personal

Audiens bisa merasa brand kurang peduli jika hanya menyalin konten tanpa menyesuaikan. Misalnya, caption penuh hashtag ala Instagram terlihat “aneh” jika diunggah ke LinkedIn.

4. Melewatkan Fitur Spesifik

Setiap platform memiliki fitur unik. Instagram dengan Reels dan Stories, TikTok dengan tren challenge, atau LinkedIn dengan artikel panjang. Jika hanya cross-posting, brand bisa kehilangan kesempatan memaksimalkan fitur ini.

Praktik Terbaik

Agar cross-posting efektif dan tidak dianggap spam, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Sesuaikan Format Konten

Gunakan prinsip satu konten, banyak format. Misalnya:

  • Blog post → thread Twitter + carousel Instagram + artikel LinkedIn.
  • Video YouTube panjang → potongan singkat untuk Reels & TikTok.

2. Atur Waktu Posting

Jangan unggah konten yang sama di semua platform pada waktu bersamaan. Gunakan analitik untuk mengetahui waktu terbaik di tiap platform.

Contoh:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles