jelajahtechno.com — Keamanan iPhone bukan hanya soal bisa melacak perangkat ketika hilang. Yang lebih penting adalah melindungi data pribadi, seperti foto, pesan, password, data bank, hingga identitas digital. Apple memahami kekhawatiran ini, sehingga menghadirkan fitur Stolen Device Protection, sebuah perlindungan cerdas yang menjaga data Anda meski perangkat jatuh ke tangan pencuri dan mereka sudah mengetahui passcode Anda.
Mulai hadir di iOS 17.3 dan terus diperkuat hingga iOS 26, fitur ini dirancang untuk mencegah pencuri mengubah pengaturan sensitif, mematikan Find My, atau mengakses password Anda tanpa verifikasi biometrik tambahan. Panduan ini membahas secara lengkap apa itu Stolen Device Protection, cara kerja, syarat aktivasi, serta langkah untuk menyalakan atau mematikannya.
Artikel ini dibuat dengan pendekatan informatif dan relevan bagi pengguna Indonesia, termasuk risiko pencurian perangkat yang semakin canggih belakangan ini.
Apa Itu Stolen Device Protection dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Stolen Device Protection adalah lapisan keamanan tambahan yang dirancang Apple untuk melindungi data sensitif Anda apabila iPhone hilang, dicuri, atau berada jauh dari lokasi yang dianggap aman. Fitur ini bekerja dengan mengharuskan penggunaan Face ID atau Touch ID, bukan hanya passcode, untuk tindakan berisiko tinggi.
Jika fitur ini aktif, iPhone akan otomatis masuk ke high-security mode ketika mendeteksi bahwa Anda berada jauh dari lokasi yang familiar, seperti rumah atau kantor.
Pada mode keamanan tinggi tersebut:
- Setiap perubahan yang menyangkut data sensitif harus diverifikasi dengan Face ID/Touch ID
Passcode tidak diterima sebagai metode autentikasi. - Beberapa tindakan berisiko tinggi dikenai Security Delay (penundaan 1 jam)
Contohnya:- Mengubah password Apple ID
- Mematikan Find My iPhone
- Menonaktifkan Stolen Device Protection
- Menghapus seluruh perangkat
- Akses instan ke data sensitif akan diblokir, termasuk:
- Password yang tersimpan di Keychain
- Nomor kartu Apple Card
- Informasi pembayaran di Safari
- Aksi tertentu di aplikasi bank atau Apple Cash
- Activation Lock tidak bisa dinonaktifkan tanpa biometrik
Artinya, pencuri tidak dapat menghapus iPhone atau mengaturnya sebagai perangkat baru.
Saat Anda berada di lokasi yang dikenal (rumah, kantor, atau tempat yang sering dikunjungi), fitur ini tetap aktif namun bekerja diam-diam tanpa intervensi yang mengganggu.
Baca juga : Depth Effect Terkunci di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya
Mengapa Anda Harus Mengaktifkan Fitur Ini?
iPhone bukan sekadar perangkat komunikasi. Di dalamnya terdapat:
- Password bank dan email
- Foto pribadi
- iCloud Keychain
- Data Apple ID
- Aplikasi keuangan seperti mobile banking atau e-wallet
- Dokumen penting
- Aplikasi kantor dan identitas digital
Jika iPhone dicuri, kerugiannya bisa jauh lebih besar daripada harga perangkat itu sendiri.
Stolen Device Protection memastikan bahwa meskipun pencuri mengetahui passcode Anda, mereka tidak bisa:
- Mengambil alih akun Apple ID
- Mematikan pelacakan Find My
- Mengakses password
- Menghapus perangkat untuk dijual ulang
- Membuka aplikasi finansial tertentu
Fitur ini sangat penting bagi pengguna yang menyimpan data kerja, foto pribadi, atau aplikasi keuangan seperti BCA Mobile, BSI Mobile, Livin’, DANA, OVO, dan lain-lain.
Syarat Menggunakan Stolen Device Protection
Sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan beberapa persyaratan berikut terpenuhi:




[…] iPhone Lebih Aman: Begini Cara Mengaktifkan Stolen Device Protection […]