spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

IHSG Anjlok Hampir 3%, Ini Penyebab Utama Pasar Saham Rontok Hari Ini

Informasi yang terungkap menunjukkan bahwa negosiator kedua negara telah menyepakati berbagai isu strategis, seperti:

• Kebijakan pengendalian ekspor
• Pengawasan perdagangan fentanil
• Kerja sama sektor pertanian
• Biaya dan retribusi pengiriman

Kabar ini direspons positif oleh pasar global sebagai langkah menuju perdamaian tarif yang telah lama menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Namun berbeda dengan pasar regional lain, IHSG justru gagal mengikuti tren menguat akibat tekanan domestik yang lebih dominan.

China Tambah Stimulus, Kondisi Ekonomi Menguat

Sentimen global positif juga datang dari kebijakan Bank Rakyat China (PBoC) yang menyuntik CNY 900 miliar ke sistem perbankan melalui fasilitas Medium-term Lending Facility (MLF) tenor satu tahun. Langkah ini dimaksudkan memperbaiki likuiditas dan menopang stabilitas sektor keuangan.

Selain itu, data industrial profit China menunjukkan kenaikan 3,2% YoY menjadi CNY 5,37 triliun dalam periode sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan ini jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya yang hanya 0,9% YoY.

Perbaikan indikator industri Tiongkok menandakan pemulihan ekonomi yang diharapkan dapat membawa efek penguatan di kawasan regional.

Namun, kembali lagi, pelaku pasar Tanah Air nyatanya lebih fokus pada tekanan lokal yang masih perlu mendapatkan kepastian solusi dari regulator.

Top Gainers dan Top Losers Sesi I

Di tengah pasar yang mengalami tekanan besar, masih ada beberapa saham yang bergerak positif. Berdasarkan data sesi pertama:

Saham Top Gainers:
• BRRC
• SSTM
• MICE
• SKRN
• BABY

Sementara saham-saham yang melemah terdalam meliputi:
• IMPC
• PGUN
• RISE
• RANC
• CLAY
• TEBE

Pergerakan yang berlawanan ini menunjukkan volatilitas tinggi serta rotasi sektor di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish.

Rekomendasi Saham Pilarmas Investindo Sekuritas

Meski IHSG mencatatkan penurunan tajam, analis Pilarmas masih melihat adanya peluang perdagangan jangka pendek pada sesi berikutnya. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah TLKM (Telkom Indonesia).

Rekomendasi yang diberikan:
• Rating: Buy
• Support: 3.180
• Resistance: 3.500

Saham TLKM dianggap masih memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan stabil sehingga berpotensi menjadi pelipur lara bagi investor yang mencari posisi aman di tengah pasar yang bergejolak.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles