Data ini menunjukkan bahwa tingkat literasi digital dan keuangan masih menjadi tantangan besar di wilayah urban maupun semi-urban.
OJK Imbau Masyarakat Waspada dan Laporkan Segera
Friderica menegaskan bahwa OJK terus memperkuat edukasi dan pengawasan melalui program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran finansial yang terlalu menggiurkan, serta tidak membagikan data pribadi kepada siapa pun, termasuk kode OTP dan PIN.
Masyarakat yang menjadi korban scam dapat segera melapor ke IASC melalui kanal resmi OJK di kontak157.ojk.go.id atau call center 157.
“Kami terus berupaya menekan angka penipuan digital dengan meningkatkan literasi keuangan dan kerja sama lintas sektor,” ujar Friderica.
Upaya OJK Melawan Scam dan Fintech Ilegal
Selain edukasi publik, OJK memperkuat kolaborasi dengan Kominfo, Bareskrim Polri, dan perbankan nasional.
Langkah yang diambil meliputi:
- Pemblokiran situs dan akun scam di media sosial.
- Peningkatan sistem deteksi dini (early warning system) terhadap transaksi mencurigakan.
- Kampanye literasi digital nasional di sekolah, kampus, dan komunitas.
- Penegakan hukum terhadap pelaku fintech ilegal dan penipu digital.
Menurut OJK, kerja sama lintas lembaga ini sudah menghasilkan ribuan penutupan situs ilegal sejak awal 2025.
Kesimpulan
Laporan OJK menegaskan bahwa penipuan digital di sektor keuangan telah mencapai skala serius dengan kerugian mencapai Rp7 triliun.
Dari jual-beli online hingga investasi bodong, seluruh modus menunjukkan bahwa masyarakat masih rentan terhadap manipulasi digital dan rendahnya literasi finansial.
OJK berharap masyarakat lebih kritis sebelum melakukan transaksi online, selalu memeriksa legalitas lembaga keuangan, dan melapor segera ke otoritas bila menemukan indikasi scam.
Baca juga : Harga Emas Dunia Melemah, Tapi Analis Prediksi Rebound Pekan Depan
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa penyebab utama maraknya scam keuangan di Indonesia?
Rendahnya literasi digital dan finansial membuat masyarakat mudah tergoda oleh tawaran palsu dengan iming-iming keuntungan besar.
2. Modus scam apa yang paling sering terjadi?
Penipuan jual-beli online menjadi modus paling umum, diikuti fake call dan investasi bodong.
3. Bagaimana cara melapor jika menjadi korban scam?
Korban bisa melapor ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melalui situs kontak157.ojk.go.id atau menghubungi call center 157.
4. Apakah OJK menindak pelaku scam digital?
Ya. OJK bekerja sama dengan Kominfo dan Polri untuk menutup situs ilegal dan menindak pelaku penipuan keuangan.
5. Bagaimana cara menghindari penipuan digital?
Jangan pernah membagikan data pribadi, hindari klik tautan tidak dikenal, dan selalu cek izin lembaga keuangan di situs resmi OJK.
Sumber Rujukan
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Laporan Bulan Inklusi Keuangan & IASC, 19 Oktober 2025
- CNBC Indonesia, “OJK Ungkap 10 Modus Scam Keuangan, Kerugian Capai Rp7 Triliun”
- Kompas.com, “Penipuan Digital Meningkat, OJK Dorong Literasi Keuangan Nasional”
- OJK Official, https://kontak157.ojk.go.id




[…] Hati-Hati! Ini 10 Modus Penipuan Keuangan Versi OJK, Rugi Rp7 Triliun […]