jelajahtechno.com — Harga emas kembali menguat pada Kamis (23 Oktober 2025), setelah sempat melemah selama dua hari berturut-turut. Kenaikan ini terjadi karena meningkatnya ketegangan geopolitik global, yang mendorong investor untuk kembali melirik emas sebagai aset safe haven atau pelindung nilai.
Menurut laporan Reuters, pelaku pasar juga bersiap menghadapi rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada Jumat (24 Oktober 2025).
Kombinasi antara ketegangan politik internasional dan ekspektasi kebijakan moneter longgar dari The Federal Reserve (The Fed) membuat harga emas berbalik arah ke zona positif.
Harga Emas Dunia Menguat di Atas US$ 4.100
Pada penutupan perdagangan Kamis, harga emas spot naik 0,67% ke level US$ 4.126,28 per troy ons, setelah sempat menyentuh titik terendah dalam dua pekan terakhir.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melonjak 2% ke posisi US$ 4.145,60 per ons troi.
Kenaikan tajam ini menandakan bahwa pasar masih memiliki keyakinan terhadap prospek emas, terutama di tengah ketidakpastian global yang meningkat. Investor memanfaatkan momentum koreksi sebelumnya untuk melakukan aksi beli (buy the dip), sehingga mendorong permintaan kembali naik.
Baca juga : Wall Street Bangkit! S&P 500 dan Nasdaq Menguat Berkat Saham AI
Rekor Emas dan Aksi Jual Tajam
Awal pekan ini, emas sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.381,21 per troy ons. Namun sehari setelahnya, logam mulia ini mengalami penurunan harian terbesar dalam lima tahun terakhir, akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh sebagian investor institusional.
Meski demikian, analis menilai pelemahan tersebut hanya bersifat sementara. Fundamental yang menopang harga emas tetap kuat — mulai dari ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga, hingga pembelian besar oleh bank sentral.
Komentar Analis: Faktor Fundamental Masih Kuat
Wakil Presiden dan Analis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, menjelaskan bahwa faktor-faktor utama penggerak emas masih konsisten mendukung kenaikan harga.
“Semua faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga emas sepanjang tahun ini masih tetap kuat. Ada aksi beli setiap kali harga turun, dan ketegangan geopolitik yang meningkat mendorong permintaan emas hari ini,” ujar Grant.
Dengan kata lain, investor global tetap memandang emas sebagai aset pelindung nilai utama di tengah meningkatnya risiko global.
Kinerja Emas 2025: Naik 57% Sejak Awal Tahun
Sepanjang 2025, harga emas telah mencatat kenaikan luar biasa sebesar 57%, menjadikannya salah satu aset berkinerja terbaik di dunia.
Reli tersebut ditopang oleh empat faktor utama:
- Ketegangan geopolitik yang terus meningkat — termasuk konflik di Ukraina dan tensi antara AS dan China.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga global, yang meningkatkan minat pada aset tanpa imbal hasil seperti emas.
- Pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia, terutama dari Asia.
- Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan volatilitas pasar saham.
Data World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025, mencerminkan pergeseran ke arah diversifikasi cadangan devisa non-dolar.



