spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Harga Emas Hari Ini Menguat ke US$ 4.115, Dipicu Konflik AS–China–Rusia

“Kami memperkirakan harga emas berpotensi menembus US$ 4.700 per ons troi jika tekanan geopolitik meningkat atau terjadi pelemahan ekonomi global yang signifikan,” ungkap Haefele.

Ia menambahkan bahwa investor institusional, termasuk bank sentral, terus meningkatkan pembelian emas sebagai aset cadangan strategis, terutama di tengah ketidakpastian nilai tukar dolar AS dan inflasi yang sulit dikendalikan.

Rekor Baru 2025: Emas Sudah Naik 57% Sejak Awal Tahun

Sepanjang 2025, harga emas telah mengalami reli spektakuler dengan kenaikan sekitar 57% year-to-date. Kenaikan ini mengantarkan harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di US$ 4.381,21 per ons troi pada Senin (20 Oktober 2025).

Lonjakan tajam tersebut ditopang oleh tiga faktor utama:

  1. Ketegangan geopolitik global, terutama konflik Rusia-Ukraina dan rivalitas AS–China.
  2. Ekspektasi pemangkasan suku bunga global di tengah perlambatan ekonomi.
  3. Pembelian masif emas oleh bank sentral dunia, terutama dari China, India, dan Rusia, untuk memperkuat cadangan devisa non-dolar.

Analis dari Kitco Metals menyebutkan bahwa tren ini menandai “supercycle” baru bagi emas, di mana permintaan meningkat bukan hanya dari investor individu tetapi juga dari institusi keuangan global.

Perbandingan Logam Mulia Lain: Perak, Platinum, dan Palladium

Selain emas, logam mulia lain juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Harga perak spot naik 1,2% ke US$ 49,10 per ons troi, didorong permintaan dari industri panel surya dan otomotif listrik. Sebaliknya, platinum turun 1,1% ke US$ 1.603,70, sementara palladium melemah 0,9% ke US$ 1.445,43 per ons troi akibat prospek permintaan otomotif yang melambat di Eropa.

Analis memperkirakan bahwa perak akan terus mengikuti tren emas karena memiliki korelasi tinggi, namun logam industri seperti palladium dan platinum akan bergantung pada pemulihan ekonomi sektor otomotif global.

Sentimen Pasar: Safe Haven Kembali Jadi Andalan

Ketika konflik internasional meningkat, investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah. Namun, dengan dolar AS yang berpotensi melemah akibat kebijakan moneter longgar, emas menjadi pilihan paling menarik di antara aset pelindung risiko.

“Ketidakpastian global, terutama terkait sanksi ekonomi dan kebijakan ekspor, menciptakan tekanan besar pada pasar saham. Dalam situasi seperti ini, emas menjadi instrumen paling stabil,” ujar David Meger, analis senior di High Ridge Futures.

Prospek ke Depan: Antara Volatilitas dan Peluang

Meskipun tren jangka panjang emas terlihat positif, investor tetap diingatkan akan potensi fluktuasi jangka pendek. Setiap rilis data makroekonomi AS atau pernyataan pejabat The Fed dapat memicu pergerakan cepat di pasar emas.

Menurut proyeksi dari World Gold Council (WGC), harga emas diperkirakan akan tetap berada di atas US$ 4.000 per ons troi hingga akhir tahun, dengan potensi kenaikan lanjutan jika terjadi pemangkasan suku bunga lebih agresif atau peningkatan ketegangan global.

Analis juga menyarankan agar investor mempertahankan alokasi emas 10–15% dari total portofolio investasi, guna menjaga keseimbangan antara risiko dan stabilitas nilai aset.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles