spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Harga Emas Dunia Melemah, Tapi Analis Prediksi Rebound Pekan Depan

Beberapa agenda dan faktor yang berpotensi memengaruhi arah harga emas dunia pekan depan antara lain:

  1. Pertemuan Trump–Putin di Budapest: Jika hasilnya tidak positif, risiko geopolitik akan meningkat dan mendorong harga emas naik.
  2. Data inflasi dan tenaga kerja AS: Data yang lebih tinggi dari perkiraan bisa menahan The Fed menaikkan suku bunga.
  3. Krisis fiskal AS (government shutdown): Semakin lama berlangsung, semakin besar tekanan terhadap dolar.
  4. Perkembangan perang dagang AS–China: Setiap negosiasi atau sanksi baru bisa mengguncang pasar komoditas.
  5. Kebijakan moneter Jepang dan Eropa: Perubahan arah suku bunga dapat memengaruhi arus dana ke emas.

Dengan kombinasi faktor tersebut, para analis menyarankan investor tidak melakukan panic selling, melainkan menunggu momentum konsolidasi untuk masuk kembali ke pasar emas.

Prospek Jangka Panjang: Emas Tetap Jadi Aset Safe Haven Utama

Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi, fundamental jangka panjang emas tetap solid.
Permintaan yang kuat dari sektor institusional, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan pelemahan dolar AS menjadi fondasi kuat bagi reli emas di sisa 2025 hingga awal 2026.

Bagi investor ritel, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk strategi akumulasi bertahap (buy on dip), terutama ketika harga mendekati area support teknikal.

Ibrahim menegaskan, harga emas tetap dalam tren naik selama berada di atas US$ 4.100 per ons, dan potensi menembus US$ 4.400 masih terbuka dalam jangka menengah.

Baca juga : Trump–Putin Bertemu di Budapest, NATO dan Uni Eropa Panik

Kesimpulan

Meskipun harga emas sempat terkoreksi karena aksi ambil untung, arah jangka menengah tetap positif.
Sentimen global yang memanas — mulai dari pertemuan Trump–Putin, ketegangan Jepang, hingga krisis fiskal AS — akan terus menjadi faktor pendorong harga emas dunia.

Dengan level support kuat di US$ 4.118–4.182 dan resistance di US$ 4.293–4.372, peluang rebound pekan depan sangat besar.
Investor disarankan tetap mempertahankan eksposur terhadap emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset menghadapi ketidakpastian global.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Mengapa harga emas sempat turun padahal kondisi global memanas?
Penurunan disebabkan aksi ambil untung jangka pendek setelah harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

2. Apakah emas masih layak dibeli pekan depan?
Ya. Selama harga bertahan di atas US$ 4.100, tren jangka menengah tetap bullish dan peluang kenaikan masih besar.

3. Apa dampak pertemuan Trump–Putin terhadap harga emas?
Jika pertemuan gagal menghasilkan kesepakatan damai, risiko geopolitik meningkat dan harga emas cenderung naik.

4. Bagaimana pengaruh kebijakan Bank Sentral Jepang terhadap emas?
Perbedaan pandangan kebijakan antara pemerintah dan BOJ bisa mengguncang nilai yen, yang pada gilirannya memengaruhi pergerakan emas global.

5. Apakah bank sentral dunia masih membeli emas?
Ya. Data World Gold Council menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral global mencapai rekor tertinggi sejak 1967.

Sumber Rujukan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles