Selain itu, Indonesia memiliki peluang memperluas pasar ekspor ke kawasan Eropa Timur yang kini mencari pasokan baru akibat gangguan impor dari Rusia.
Baca juga : Bank Indonesia Jelaskan Alasan Penerbitan SRBI Turun Drastis
Kesimpulan
Kenaikan harga batu bara pada akhir Oktober 2025 mencerminkan dinamika global yang kompleks. Di satu sisi, kebijakan pembatasan produksi di China dan sanksi AS terhadap Rusia menekan pasokan. Di sisi lain, keputusan Rumania menunda penutupan pembangkit batu bara menunjukkan bahwa dunia masih memerlukan energi fosil sebagai penopang transisi menuju energi bersih.
Dengan permintaan yang kuat dan pasokan yang ketat, batu bara kemungkinan akan tetap menjadi komoditas strategis dalam sistem energi global setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa penyebab utama kenaikan harga batu bara pada Oktober 2025?
Kenaikan harga dipicu oleh penurunan produksi batu bara di China, sanksi energi terhadap Rusia, lonjakan harga minyak dunia, dan kebijakan Rumania yang menunda penutupan PLTU batu bara.
2. Mengapa harga batu bara dan minyak sering bergerak searah?
Keduanya merupakan sumber energi substitusi. Saat harga minyak naik, industri beralih menggunakan batu bara untuk menekan biaya, sehingga permintaan batu bara ikut meningkat.
3. Bagaimana dampaknya bagi Indonesia sebagai eksportir batu bara?
Indonesia diuntungkan karena harga jual ekspor meningkat. Namun, pemerintah harus menjaga keseimbangan agar pasokan domestik untuk listrik tetap aman dan harga energi tidak melonjak.
4. Apakah kenaikan harga ini bersifat sementara?
Kenaikan saat ini berpotensi berlanjut hingga akhir 2025. Pasokan global masih ketat, sementara permintaan energi belum menunjukkan tanda penurunan.
5. Apakah transisi energi akan menekan harga batu bara ke depan?
Dalam jangka panjang iya, tetapi dalam jangka pendek hingga menengah, batu bara masih menjadi tulang punggung pasokan listrik di banyak negara berkembang.
Sumber Rujukan
- Reuters (23–24 Oktober 2025) – Coal and Oil Market Update
- Trading Economics – Newcastle & Rotterdam Coal Futures
- International Energy Agency (IEA) – World Energy Outlook 2025
- European Commission Energy Directorate – Romania Coal Power Policy Adjustment



