spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Harga Batu Bara Dunia Naik 5%, Didukung Tren Positif Energi Global

Kedua perusahaan tersebut merupakan pemasok utama minyak mentah ke Asia, terutama China dan India. Dengan adanya sanksi, beberapa kilang di kedua negara tersebut terpaksa mengurangi pembelian minyak Rusia, yang memicu kekhawatiran kekurangan pasokan global.

Secara historis, pergerakan harga minyak dan batu bara memiliki korelasi positif, karena keduanya berfungsi sebagai energi substitusi. Ketika harga minyak naik, permintaan terhadap batu bara biasanya ikut menguat sebagai alternatif bahan bakar industri dan pembangkit.

Rumania Tunda Penutupan Pembangkit Batu Bara

Dari Eropa, sentimen positif lain datang dari keputusan Komisi Eropa yang menyetujui permintaan pemerintah Rumania untuk menunda penutupan lima unit pembangkit listrik tenaga batu bara hingga akhir 2026 dan 2029.

Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan energi, terutama menjelang musim dingin ketika permintaan listrik meningkat tajam. Menteri Energi Rumania Bogdan Ivan menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk menghindari pemadaman listrik massal dan menekan lonjakan harga energi di kawasan Uni Eropa.

“Penundaan ini penting untuk memastikan keamanan energi nasional sekaligus menjaga harga listrik agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Bogdan Ivan, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Rumania telah berkomitmen menghentikan penggunaan batu bara pada 2026 sebagai bagian dari paket Dana Pemulihan Uni Eropa (EU Recovery Fund). Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap ketahanan energi membuat negara tersebut melakukan revisi terhadap jadwal transisi energi.

Eropa Hadapi Tantangan Transisi Energi

Rumania bukan satu-satunya negara yang menunda target transisi energi. Beberapa negara di Eropa Timur juga melakukan langkah serupa, mengingat krisis energi yang melanda kawasan tersebut sejak konflik Rusia-Ukraina memutus rantai pasokan gas alam.

Dalam konteks ini, batu bara kembali menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga kestabilan pasokan listrik. Uni Eropa menyadari bahwa meski energi terbarukan terus dikembangkan, sumber daya ini masih belum mampu sepenuhnya menggantikan energi fosil dalam waktu dekat.

Keputusan untuk menunda penutupan PLTU batu bara di Rumania dipandang sebagai kompromi realistis antara agenda hijau dan kebutuhan energi yang stabil.

Prediksi Harga Batu Bara Akhir Tahun 2025

Pelaku pasar memperkirakan harga batu bara akan tetap berada di level tinggi hingga akhir 2025, terutama karena kombinasi dari faktor permintaan yang solid, produksi yang menurun, dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Beberapa analis memperkirakan harga batu bara Newcastle bisa bertahan di kisaran US$ 105–115 per ton hingga Desember 2025. Selain itu, tren kenaikan harga minyak dan gas dunia juga dapat memperpanjang momentum bullish pada komoditas energi ini.

Di sisi lain, negara-negara konsumen besar seperti India, Korea Selatan, dan Jepang kemungkinan akan meningkatkan impor untuk memastikan cadangan energi mereka aman menghadapi musim dingin.

Dampak bagi Indonesia

Sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia, Indonesia diproyeksikan akan memperoleh manfaat langsung dari penguatan harga global. Peningkatan harga batu bara dunia biasanya diikuti dengan kenaikan ekspor dan penerimaan negara melalui royalti dan pajak ekspor batu bara.

Namun, pemerintah juga harus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekspor dan kebutuhan domestik, khususnya untuk pasokan ke sektor kelistrikan nasional. Jika harga batu bara global terlalu tinggi, hal itu bisa berdampak pada biaya produksi listrik di dalam negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles