Kesan: Magis, intim, dan menenangkan.
11. Bohemian Beach — Artistik & Bebas
Prompt: “Pasangan berbaring di kain motif boho di pasir putih. Dekor dreamcatcher, lentera bambu, bantal pastel. Angin laut meniup rambut dan kain. Warna krem–turquoise, gaya artistik santai, lens flare lembut.”
Mood: Bebas, natural, penuh kehangatan.
12. Sunflower Field — Ceria & Optimistis
Prompt: “Pria dan wanita berdiri di tengah kebun bunga matahari, saling tersenyum. Busana kasual kuning–putih, langit biru cerah, tone fresh, ekspresi bahagia, framing simetris dengan bunga tinggi mengelilingi.”
Kesan akhir: Bright, fun, dan penuh energi positif.
Alur Kerja Prewedding AI: Langkah demi Langkah
- Siapkan foto referensi beresolusi tinggi
Jika ingin mempertahankan kemiripan wajah, unggah portrait yang terang, tajam, dan tidak blur. - Salin prompt dan sesuaikan gaya
Pilih salah satu dari 12 prompt. Ubah detail busana, pose, atau cahaya agar sesuai kepribadian. - Tambahkan parameter sinematik
Kata kunci seperti soft focus, golden hour glow, cinematic bokeh, film grain halus memberi nuansa pro. - Render & evaluasi
Periksa kulit, ekspresi, arah cahaya, dan tepi objek (rambut, veil). Minta “versi alternatif dengan cahaya lebih hangat/lebih kontras” bila perlu. - Iterasi cepat
Ganti elemen kecil (warna buket, aksesori rambut, lipstik, boutonniere) hingga visual terasa pas. - Final touch
Minta “skin tone natural, highlight terkendali, shadow lembut, color harmony” agar hasil rapi dan siap cetak.
Tips Teknis agar Hasil Tampak “Pro”
- Tentukan rasio gambar: 3:2 untuk cetak, 4:5 untuk Instagram feed, 16:9 untuk header web.
- Konsistensi busana: Sertakan detail material (satin, tulle, lace), potongan (A-line, mermaid), dan aksesori (veil cathedral, tiara, bros).
- Manajemen warna: Gunakan palet yang saling melengkapi (pastel–hangat, krem–emas, biru–perak).
- Kontrol cahaya: Backlight untuk glow romantis, Rembrandt lighting untuk dramatis, softbox untuk kulit mulus.
- Storytelling pose: Jalan beriringan, saling berbisik, forehead kiss, memegang tangan—detail kecil yang membuat foto “bercerita”.
Etika & Catatan Penting
- Transparansi penggunaan AI: Saat membagikan di media sosial, pertimbangkan menandai bahwa gambar dibuat/diolah dengan AI.
- Hak gambar & privasi: Hindari menggunakan wajah orang lain tanpa izin.
- Konteks budaya & lokasi suci: Jika meniru area bersejarah/suci, gunakan dengan rasa hormat dan hindari komersialisasi berlebihan.
Baca juga : Foto Umroh Virtual dengan Gemini AI: Teknologi Bertemu Spiritualitas
Checklist Publikasi (Siap Cetak / Siap Upload)
- Resolusi final minimal 3000 px pada sisi panjang untuk cetak album.
- Cek skin tone (hindari terlalu oranye/kuning).
- Pastikan tepi objek (veil, rambut) tidak “meleleh” atau patah.
- Review warna gaun putih (hindari clipping highlight).
- Simpan versi JPG (web) dan TIFF/PNG (arsip/cetak).
FAQ: Gemini AI Pasangan Prewedding
1. Apakah hasil Gemini AI cukup untuk dicetak ke album?
Ya, selama output beresolusi tinggi dan telah melalui pengecekan warna serta detail tepi, hasilnya siap cetak.
2. Apa bedanya prewedding AI dengan foto studio?
Studio memberi pengalaman nyata dan dokumenter; AI memberi fleksibilitas tema tak terbatas dengan biaya lebih efisien. Banyak pasangan menggabungkan keduanya.
3. Bagaimana menjaga kemiripan wajah?
Gunakan foto referensi terang, hadapkan wajah ke kamera, dan tulis prompt yang menyebut “identity consistency, natural skin texture, realistic facial details”.
4. Bolehkah meniru lokasi ikonik?
Secara teknis bisa, namun tetap perhatikan etika, sensitivitas budaya, dan hak cipta bila mengacu pada properti/lambang tertentu.




[…] Gemini AI Prewedding: Ciptakan Foto Romantis Tanpa Mahal […]