• Sisi kiri menampilkan tampilan situs biasa
• Sisi kanan menampilkan jendela ChatGPT yang memberikan analisis real-time
Pengguna dapat bertanya:
“Apa isi penting dari artikel ini?”
“Apakah ada bias pada laporan ini?”
“Tolong buatkan versi ringkas untuk presentasi.”
Dengan antarmuka ini, browsing tidak lagi menjadi pengalaman satu arah. Pengguna berperan aktif dalam memahami informasi dengan bantuan AI.
Fitur Cursor Chat: Pilih Teks dan Dapatkan Jawaban Instan
Selain itu, OpenAI menambahkan fitur cursor chat di mana pengguna hanya perlu menyorot (highlight) teks pada email atau halaman web untuk:
• Mendapat penjelasan
• Dibuatkan ringkasan
• Diterjemahkan langsung
• Mendapat insight tambahan terkait konten
Fitur ini sangat ideal untuk pekerja kantoran, pelajar, maupun jurnalis yang sering membaca dokumen panjang dan ingin memahami konteks lebih cepat.
Strategi Konten Dewasa: Sexting untuk Pengguna Terverifikasi
Peluncuran ChatGPT Atlas terjadi di tengah banyak kebijakan baru OpenAI. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah keputusan untuk:
Mengizinkan percakapan erotis (sexting) pada pengguna dewasa yang sudah terverifikasi usia.
Sam Altman menjelaskan bahwa kebijakan ini bagian dari prinsip:
“Memperlakukan pengguna dewasa layaknya orang dewasa.”
Mulai Desember 2025, OpenAI akan menerapkan sistem age-gating untuk memisahkan akses fitur dewasa berdasarkan verifikasi usia.
Kebijakan ini mengikuti jejak kompetitor seperti xAI milik Elon Musk yang sebelumnya merilis AI pendamping “sensual” melalui aplikasi Grok.
Isu Privasi: OpenAI Dipaksa Menyimpan Data Chat Pengguna
Di sisi lain, OpenAI sedang menghadapi tekanan hukum terkait penggunaan konten berhak cipta. Kasus terbesarnya datang dari New York Times, yang menggugat OpenAI atas dugaan pemanfaatan artikel mereka untuk melatih model AI.
Pengadilan mengeluarkan perintah agar OpenAI:
• Menyimpan seluruh Chat Logs
• Termasuk percakapan yang sebelumnya pengguna hapus
Kebijakan hukum ini menimbulkan kekhawatiran bahwa privasi pengguna dapat terancam. Ars Technica menilai:
• Kebijakan ini menyangkut ratusan juta pengguna ChatGPT
• Potensi kebocoran data meningkat
• Konten sensitif tetap berada di server OpenAI lebih lama dari kehendak pengguna
COO OpenAI, Brad Lightcap, menyatakan bahwa tuntutan ini “tidak perlu”, karena tidak memiliki kejelasan mengenai batas waktu penahanan data.
OpenAI kini berada pada persimpangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab moral terhadap privasi pengguna global.



