jelajahtechno.com — OpenAI kembali mengguncang persaingan teknologi global melalui peluncuran ChatGPT Atlas, sebuah browser berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menghadirkan cara baru dalam berinteraksi dengan internet. Tidak lagi sekadar alat untuk mencari dan membuka situs, browser ini bertujuan menjadi asisten pribadi yang memahami konteks pencarian serta membantu menyelesaikan tugas pengguna secara lebih cerdas.
Peluncuran ChatGPT Atlas dipandang banyak pihak sebagai langkah strategis yang berani. Selama ini, pasar browser didominasi oleh nama-nama besar seperti Google Chrome, Microsoft Edge, dan Safari. Kini, kehadiran Atlas menjadi ancaman nyata bagi pemain lama karena menggabungkan kemampuan browsing dengan AI yang sangat interaktif.
Artikel ini akan mengulas fitur utama ChatGPT Atlas, dampaknya bagi masa depan internet, serta isu kebijakan terkait konten dewasa dan privasi pengguna yang menyertai perkembangan layanan OpenAI.
Apa Itu ChatGPT Atlas?
ChatGPT Atlas adalah browser internet yang terintegrasi langsung dengan ChatGPT sebagai model AI utama. Peramban ini memungkinkan pengguna:
• Mengobrol langsung dengan halaman web
• Menerima ringkasan otomatis dari konten situs
• Meminta AI mengambil tindakan secara mandiri
CEO OpenAI Sam Altman menegaskan bahwa Atlas dibuat untuk menciptakan koneksi baru antara manusia dan informasi digital. Pengguna tidak lagi hanya membaca dan mengklik tautan, tetapi dapat berdiskusi secara langsung dengan AI tentang apa yang sedang mereka telusuri.
Pada peluncuran yang ditayangkan melalui kanal resmi YouTube OpenAI pada 21 Oktober 2025, Altman menyebutkan bahwa browser sudah tersedia secara global untuk pengguna macOS, dan akan segera dirilis untuk Windows, iOS, serta Android.
Baca juga : Tren Hugging My Younger Self Viral, Begini Cara Bikin Pakai Gemini Live
Fitur Memori Pencarian: Browser yang Mengenal Kebiasaan Pengguna
Salah satu kemampuan yang membuat ChatGPT Atlas sangat berbeda dari Chrome dan kompetitornya adalah fitur search memory. Browser mampu:
• Mengingat konteks kunjungan pengguna
• Menyimpan minat dan aktivitas pencarian sebelumnya
• Membantu mengelola kembali sesi browsing di kemudian hari
Misalnya, jika pengguna sering menelusuri saham tertentu atau mempelajari topik riset sains, Atlas akan menyarankan informasi relevan saat pengguna kembali membuka browser.
Pendekatan ini menciptakan pengalaman browsing yang personal, mirip seperti memiliki “otak kedua” yang membantu mengatur konsumsi informasi digital.
Mode Agen: ChatGPT Bertindak sebagai Asisten Eksekusi Tugas
Fitur lain yang menjadi sorotan adalah Mode Agen (Agent Mode). Dalam fitur ini, AI dapat melakukan tindakan nyata di internet seperti:
• Memesan tiket pesawat
• Mengedit dokumen
• Melakukan riset lanjutan
• Mengisi formulir otomatis
• Mengambil data dan menganalisis hasilnya
Mode Agen merupakan pengembangan dari sistem Operator Tool dan ChatGPT Agent yang diuji sebelumnya. Kini, fitur ini:
• Lebih cepat
• Lebih aman
• Mampu menangani tugas kompleks secara mandiri
Namun, fitur Mode Agen hanya tersedia untuk pengguna berbayar yaitu ChatGPT Plus, Pro, dan Business.
Pengalaman Browsing Baru dengan Tampilan Dua Layar
Atlas menghadirkan pengalaman visual yang sangat berbeda dari browser konvensional. Saat pengguna membuka halaman web:



