spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Fenomena Uptober Gagal! Harga Bitcoin Melemah Sepanjang Oktober

Bahkan jika tidak terjadi lonjakan besar, stabilnya harga di atas US$ 107.000 dianggap cukup untuk menjaga momentum positif menjelang penutupan Uptober 2025.

Aset Kripto Masih Jadi Primadona Jangka Panjang

Meski pasar jangka pendek penuh gejolak, para analis tetap melihat potensi jangka panjang Bitcoin dan aset kripto lainnya masih kuat.
Beberapa alasan mendasarnya antara lain:

  1. Adopsi institusional terus tumbuh, terutama dari sektor keuangan tradisional dan perusahaan publik.
  2. ETF Bitcoin spot semakin memperluas akses investor global.
  3. Halving Bitcoin 2028 yang mendekat akan memperketat pasokan jangka panjang.
  4. Teknologi blockchain layer-2 semakin matang dan memperluas ekosistem DeFi serta tokenisasi aset dunia nyata.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, koreksi yang terjadi pada Oktober 2025 dinilai sebagai fase cooling down yang sehat sebelum siklus bull market berikutnya.

Kesimpulan

Fenomena “Uptober” yang lesu tahun ini menandai perubahan pola pasar kripto yang semakin matang dan realistis.
Meskipun Bitcoin mencatat kenaikan harian 1,53% dan kapitalisasi pasar kripto naik 1,63%, performa Oktober 2025 tetap di bawah ekspektasi historis.

Namun, dengan masih adanya dua pekan tersisa dan dukungan teknikal di area US$ 105.000–110.000, peluang rebound masih terbuka.
Seperti sejarah mencatat, Bitcoin sering kali bangkit justru saat pasar sedang pesimistis.

“Bulan ini mungkin tidak secerah Uptober tahun-tahun sebelumnya, tapi Bitcoin selalu punya cara mengejutkan dunia,” tulis CoinTelegraph.

Baca juga : Pintu Indonesia Jajaki Kemitraan Kripto dengan Hong Kong

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa harga Bitcoin hari ini (20 Oktober 2025)?
Bitcoin diperdagangkan di US$ 108.754 per koin atau sekitar Rp 1,8 miliar.

2. Mengapa Uptober 2025 dianggap gagal?
Karena sepanjang Oktober 2025 Bitcoin justru turun sekitar 5%, padahal secara historis Uptober biasanya naik rata-rata hampir 20%.

3. Apa penyebab utama penurunan harga Bitcoin?
Tekanan dari tensi dagang AS–China, likuiditas global yang menurun, serta likuidasi besar-besaran posisi leverage senilai US$ 1,2 miliar.

4. Apakah Bitcoin masih bisa rebound di akhir Oktober?
Masih mungkin. Jika harga bertahan di atas US$ 107.000 dan volume beli meningkat, potensi pemulihan ke US$ 115.000–118.000 tetap terbuka.

5. Bagaimana prospek jangka panjang Bitcoin?
Masih positif, terutama karena meningkatnya adopsi institusional, pertumbuhan ETF spot, dan penguatan teknologi blockchain.

Sumber Rujukan

  • CoinMarketCap, Data harga kripto global per 20 Oktober 2025
  • CoinTelegraph, Analisis performa Uptober 2025
  • Glassnode & CryptoQuant, Laporan teknikal mingguan Bitcoin
  • CoinDesk 20 Index, Data pergerakan aset kripto utama Oktober 2025

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles