spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Fenomena Uptober Gagal! Harga Bitcoin Melemah Sepanjang Oktober

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut menciptakan efek domino, memaksa pasar kripto global terkoreksi serentak di pertengahan Oktober.

Pasar Kripto Ikut Tertekan

Bukan hanya Bitcoin yang terkena dampaknya. Beberapa aset kripto utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Binance Coin (BNB) juga mencatat penurunan 4–7% dalam sepekan terakhir.
Sementara token dengan kapitalisasi menengah seperti Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) terkoreksi lebih dalam, turun lebih dari 20% sepanjang bulan ini.

Indeks CoinDesk 20, yang melacak kinerja 20 aset kripto utama dunia, juga turun 8% sepanjang Oktober.
Ini menjadi sinyal bahwa koreksi tidak terbatas pada Bitcoin saja, melainkan mencakup seluruh ekosistem kripto utama.

Uptober yang Lesu Bukan Pertama Kali

Meskipun kinerja Oktober 2025 cukup mengecewakan, ini bukan pertama kalinya Bitcoin gagal mempertahankan tradisi Uptober.
Dalam 12 tahun terakhir, Bitcoin hanya dua kali mencatat penurunan di bulan Oktober — yakni pada 2014 dan 2018.

  • Oktober 2014: Bitcoin turun sekitar 12%.
  • Oktober 2018: Penurunan hanya sekitar 3%.

Namun, pada Oktober 2020, Bitcoin sempat berbalik dari penurunan di awal bulan menjadi reli 27% di akhir Oktober, yang kemudian mengantarkan harga ke rekor tertinggi baru pada tahun berikutnya.

Artinya, peluang pemulihan (rebound) di dua pekan terakhir Oktober 2025 masih terbuka, terutama jika pasar berhasil menstabilkan posisi di atas area psikologis US$ 110.000.

Analis: Uptober Belum Mati, Tapi Momentum Melemah

Menurut analis dari Glassnode, penurunan volatilitas Bitcoin justru bisa menjadi sinyal konsolidasi yang sehat sebelum potensi reli lanjutan.
Aktivitas on-chain menunjukkan adanya peningkatan jumlah dompet baru dan penarikan Bitcoin dari bursa, tanda bahwa investor mulai menahan asetnya untuk jangka menengah.

“Uptober kali ini tidak hilang, hanya melambat. Selama Bitcoin bertahan di atas US$ 105.000, peluang reli tetap ada,” tulis analis Glassnode dalam laporan mingguan.

Sementara itu, analis teknikal dari CryptoQuant menilai bahwa koreksi kali ini menciptakan “zona akumulasi ideal” bagi investor institusional.
Support kuat Bitcoin diperkirakan berada di rentang US$ 103.000–105.000, sedangkan resistance utama berada di US$ 111.000–113.000.

Potensi Rebound Masih Terbuka

Dengan dua pekan tersisa di bulan Oktober, analis memperkirakan pasar kripto masih berpotensi rebound jika:

  • Likuiditas global mulai meningkat.
  • Data inflasi AS keluar lebih rendah dari ekspektasi.
  • Aktivitas spot ETF inflow kembali naik.
  • Sentimen pasar membaik dengan penurunan yield obligasi AS.

Jika skenario ini terwujud, Bitcoin berpeluang kembali ke level US$ 115.000–118.000 menjelang awal November.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles