jelajahtechno.com — Harga Bitcoin (BTC) berhasil melonjak lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Namun di balik kenaikan harian tersebut, performa bulan Oktober — yang biasanya dikenal sebagai bulan “Uptober” penuh reli manis — justru menjadi yang terburuk dalam 10 tahun terakhir.
Meski kapitalisasi pasar kripto global meningkat, tekanan makroekonomi dan aksi likuidasi besar-besaran membuat optimisme Uptober tahun ini tidak seindah biasanya.
Kapitalisasi Pasar Kripto Menguat 1,63%
Mengutip CoinMarketCap, pada Senin (20/10/2025) pukul 06.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 1,63% menjadi US$ 3,69 triliun dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar turut menguat 1,53% menjadi US$ 108.754 per koin — setara Rp 1,8 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.556 per dolar AS.
Sebelumnya, Bitcoin sempat mencatat all time high (ATH) baru di US$ 126.223 pada 7 Oktober 2025, sebelum mengalami tekanan di pertengahan bulan akibat sentimen global.
Selain Bitcoin, sejumlah altcoin utama juga ikut menguat:
- Ethereum (ETH) naik 2,84% ke US$ 3.996
- Binance Coin (BNB) naik 1,96% ke US$ 1.113
- Solana (SOL) menguat 0,77% ke US$ 188
- Dogecoin (DOGE) melambung 3,36% ke US$ 0,19
- XRP naik 1,44% ke US$ 2,39
Meski begitu, tren penguatan harian ini belum cukup menutupi pelemahan mingguan yang masih terasa di pasar kripto global.
Baca juga : BTC di Ujung Tanduk: Support US$ 106.000 Jadi Penentu Tren Akhir Tahun
Fenomena “Uptober” yang Gagal Bersinar
Bulan Oktober selama bertahun-tahun dikenal investor kripto sebagai “Uptober”, istilah populer yang menggambarkan kecenderungan Bitcoin untuk rally besar-besaran setiap Oktober.
Namun, tahun 2025 menjadi pengecualian langka.
Menurut data CoinTelegraph, harga Bitcoin turun sekitar 5% sepanjang Oktober 2025, berlawanan dengan tren historis yang biasanya mencatat rata-rata kenaikan 19,8% di bulan yang sama.
Hanya bulan November yang biasanya memiliki performa lebih tinggi, dengan rata-rata lonjakan mencapai 42%.
“Fenomena Uptober kali ini justru jadi yang paling lesu dalam satu dekade terakhir,” tulis CoinTelegraph dalam laporannya.
Artinya, meskipun Bitcoin sempat menembus rekor tertinggi baru di awal Oktober, tekanan global dan aksi jual leverage membuat momentum positif itu cepat terhenti.
Tekanan Global dan Leverage Washout Tekan Harga
Sejumlah faktor global disebut menjadi penyebab melemahnya tren Uptober tahun ini:
- Ketegangan Dagang AS–China
Kebijakan tarif baru antara dua ekonomi terbesar dunia menimbulkan kekhawatiran terhadap arus investasi global. Aset berisiko, termasuk kripto, terdampak secara psikologis. - Likuiditas Pasar yang Menurun
Investor institusional memilih mengurangi eksposur di aset digital karena volatilitas tinggi, mengakibatkan volume perdagangan menipis. - Likuidasi Posisi Leverage
Penurunan harga Bitcoin di bawah US$ 107.000 minggu lalu memicu likuidasi posisi long senilai US$ 1,2 miliar. Banyak trader kehilangan posisi beli yang sebelumnya terbentuk setelah reli September.




[…] Fenomena Uptober Gagal! Harga Bitcoin Melemah Sepanjang Oktober […]