spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Emas Meledak: Naik 60% Tahun Ini, Sentimen AS–China Jadi Pendorong

Selain faktor geopolitik dan moneter, lonjakan harga emas juga disokong oleh shutdown sebagian pemerintahan AS yang memasuki minggu ketiga. Penutupan operasional sejumlah lembaga federal telah menunda publikasi data ekonomi penting seperti inflasi, PDB, dan pengangguran.

Seorang pejabat Departemen Keuangan AS memperingatkan bahwa kondisi ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi hingga US$ 15 miliar per minggu akibat berkurangnya output nasional. Ketidakpastian ekonomi seperti ini biasanya memperkuat minat investor terhadap aset safe haven seperti emas dan perak, terutama ketika pasar saham dan obligasi menunjukkan volatilitas tinggi.

Efek Domino ke Logam Mulia Lain

Reli harga emas juga menular ke komoditas logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 1,8% menjadi US$ 54,04 per ounce, bahkan sempat menyentuh rekor baru di US$ 54,15 per ounce. Platinum menguat 3,2% ke US$ 1.706,65 per ounce, dan palladium melonjak 4,6% ke US$ 1.606 per ounce.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa permintaan terhadap aset lindung nilai sedang sangat tinggi di pasar global, seiring investor yang mulai mengalihkan dana dari saham dan obligasi menuju logam mulia.

Analisis: Sentimen Pasar Masih Bullish

Meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global membuat investor beralih ke aset tradisional yang dianggap lebih aman. Dalam konteks ini, emas bukan sekadar komoditas, tetapi simbol stabilitas di tengah guncangan pasar.

Analis menilai bahwa rally emas masih jauh dari selesai. Selama faktor-faktor berikut tetap ada — tekanan geopolitik, pelemahan dolar AS, kebijakan moneter longgar, dan permintaan bank sentral yang tinggi — maka tren naik emas akan sulit terbendung. Bahkan jika harga emas terkoreksi dalam jangka pendek, analis memperkirakan kisaran support kuat akan terbentuk di area US$ 4.000–4.100 per ounce, sementara potensi jangka menengahnya bisa mencapai US$ 4.800–5.000 per ounce.

Baca juga : Emas Tak Terbendung! Harga Tembus US$ 4.200, Target Berikutnya US$ 5.000

Kesimpulan: Emas Jadi Bintang di Tengah Gejolak Global

Kenaikan harga emas hingga menembus US$ 4.300 per ounce menegaskan statusnya sebagai aset pelindung nilai paling tangguh di tengah badai geopolitik dan ekonomi dunia. Dengan ketegangan AS–China yang terus meningkat, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta meningkatnya pembelian bank sentral, emas tampaknya akan tetap menjadi primadona investasi global hingga 2026.

Para analis sepakat, selama ketidakpastian masih menjadi tema utama perekonomian dunia, emas akan terus bersinar dan menjadi pilihan utama investor untuk melindungi kekayaannya.

Sumber artikel ini berdasarkan laporan dari Reuters, Bloomberg, dan MarketWatch, serta analisis MarketPulse OANDA dan HSBC Global Research yang dirilis pada 16 Oktober 2025.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles