spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Emas Meledak: Naik 60% Tahun Ini, Sentimen AS–China Jadi Pendorong

Selain itu, Trump juga tengah berupaya memperkuat posisi geopolitiknya dengan menjalin komunikasi intensif dengan Rusia dan Ukraina. Sehari sebelum pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Trump dikabarkan sepakat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggelar pertemuan puncak lanjutan guna membahas penyelesaian konflik Ukraina.

Kondisi geopolitik yang kompleks seperti ini memperkuat persepsi bahwa emas akan terus menjadi aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian global.

The Fed dan Ekspektasi Suku Bunga Jadi Penentu Arah

Kenaikan emas juga tidak lepas dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS. Saat ini, investor memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober dan Desember masing-masing mencapai 98% dan 95%.

Kebijakan suku bunga rendah secara historis selalu menjadi katalis positif bagi emas karena menekan imbal hasil obligasi dan aset berisiko lainnya, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga, serta melemahkan dolar AS yang membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Dalam lingkungan seperti ini, banyak analis percaya setiap koreksi jangka pendek pada harga emas hanya akan bersifat sementara. “Investor cenderung memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar. Sentimen bullish masih sangat kuat,” tambah Vawda.

Proyeksi Harga Emas: Potensi Tembus US$ 5.000 per Ounce

Beberapa lembaga keuangan global mulai menyesuaikan proyeksi harga emas mereka. HSBC, salah satu bank investasi terbesar dunia, menaikkan target rata-rata harga emas 2025 menjadi US$ 3.355 per ounce, dari sebelumnya US$ 2.850.

Bank tersebut menilai bahwa permintaan terhadap safe haven akan terus meningkat karena kombinasi dari ketegangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan fiskal AS, dan tren pelemahan dolar AS yang berkelanjutan.

Selain itu, data IMF menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral global telah mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Negara-negara seperti China, India, Turki, dan Arab Saudi secara aktif menambah cadangan emas untuk memperkuat stabilitas mata uang nasionalnya.

Dengan tren ini, analis memperkirakan harga emas dapat menembus US$ 5.000 per ounce dalam kurun waktu 12–18 bulan mendatang, terutama jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga secara agresif pada paruh pertama 2026.

Shutdown Pemerintah AS dan Dampaknya ke Pasar

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles