jelajahtechno.com — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di perbankan milik negara (Himbara) mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Langkah strategis yang dimulai pada 12 September 2025 ini ditujukan untuk mempercepat perputaran uang di masyarakat sekaligus menggerakkan kembali aktivitas bisnis yang sempat melambat di awal semester kedua tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sinyal pemulihan ekonomi kini mulai terlihat dari peningkatan permintaan di berbagai sektor, terutama konsumsi energi listrik.
Menurutnya, lonjakan konsumsi listrik menjadi bukti nyata bahwa aktivitas industri dan rumah tangga di seluruh Indonesia mulai meningkat kembali.
“Artinya, kebijakan Rp 200 triliun yang kami salurkan ke Himbara sudah mulai berdampak. Pergerakan ekonomi terlihat dari meningkatnya permintaan di masyarakat,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Konsumsi Listrik Naik, Tanda Ekonomi Mulai Pulih
Data terbaru dari PLN per September 2025 memperkuat optimisme pemerintah.
Secara umum, konsumsi listrik nasional tumbuh 4,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), menandakan peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang lebih dinamis.
Lebih rinci, pertumbuhan konsumsi listrik tercatat:
- Sektor industri: naik 2,3% yoy
- Sektor rumah tangga: tumbuh 0,7% yoy
Kenaikan konsumsi ini dianggap sebagai indikator makro ekonomi non-moneter yang cukup akurat dalam menggambarkan geliat aktivitas ekonomi riil di lapangan.
Ketika permintaan listrik meningkat, berarti mesin produksi bekerja lebih lama, toko dan pabrik beroperasi lebih aktif, serta rumah tangga mulai meningkatkan konsumsi.
“Kalau dilihat dari data PLN, permintaan listrik sudah mulai meningkat. Dari cabang-cabang di berbagai daerah juga terlihat permintaan layanan listrik bertambah, termasuk pembukaan sambungan baru,” jelas Purbaya.
Baca juga : Backup Data Jadi Kunci di Era Digital, Synology Tawarkan Solusi Canggih
Kebijakan Likuiditas Himbara: Dorongan untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Penempatan dana pemerintah di Himbara tidak hanya dimaksudkan untuk memperkuat permodalan perbankan, tetapi juga agar dana tersebut segera disalurkan ke masyarakat dan sektor produktif.
Melalui program ini, bank-bank pelat merah seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN diharapkan mampu mempercepat penyaluran kredit ke sektor-sektor unggulan seperti pertanian, manufaktur, energi, serta UMKM.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi fiskal ekspansif yang dijalankan pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dengan tambahan likuiditas sebesar Rp 200 triliun, perbankan Himbara dapat memperbesar kapasitas pembiayaan dan mendorong investasi baru di sektor riil.
Menurut Menkeu, efek berantai (multiplier effect) dari kebijakan tersebut kini mulai terasa di lapangan:
- Permintaan barang dan jasa meningkat
- Penyerapan tenaga kerja bertambah
- Konsumsi masyarakat tumbuh positif
“Kita lihat sekarang, permintaan di masyarakat mulai menggeliat. Ini tanda bahwa uang yang ditempatkan di Himbara sudah mulai mengalir ke sektor produktif,” tegas Purbaya.




[…] Ekonomi Bergeliat! Dana Rp 200 Triliun di Himbara Bikin Konsumsi Listrik Naik […]