spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Ekonomi AS Berdarah! Shutdown Pemerintah Timbulkan Kerugian Rp 249 Triliun per Hari

Dampak Shutdown terhadap Pekerja dan Layanan Publik

Selama penutupan berlangsung, ratusan ribu pegawai pemerintah federal tidak menerima gaji, sementara sebagian lainnya dipaksa bekerja tanpa bayaran sementara waktu.
Dampak ekonomi juga menjalar ke sektor swasta, terutama perusahaan yang bergantung pada kontrak pemerintah.

Selain itu, proyek-proyek infrastruktur dan riset publik harus dihentikan, serta layanan publik seperti imigrasi, pendidikan, dan keamanan pangan mengalami penundaan.

Sektor wisata juga terpukul akibat penutupan taman nasional dan museum, yang biasanya menjadi sumber pendapatan besar dari wisatawan domestik dan mancanegara.

Pasar Keuangan Ikut Bergejolak

Shutdown ini menimbulkan gejolak di pasar saham dan obligasi AS. Investor mulai khawatir terhadap potensi meluasnya dampak shutdown pada sektor konsumsi dan kepercayaan bisnis.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,4%, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,3% dalam perdagangan Rabu (15/10/2025).
Selain itu, yield obligasi pemerintah AS jangka pendek meningkat, menandakan pasar mulai menuntut premi risiko lebih tinggi.

Para ekonom memperingatkan, jika kebuntuan politik ini terus berlanjut hingga akhir Oktober, kredit rating AS bisa berisiko diturunkan oleh lembaga pemeringkat global seperti Moody’s dan Fitch Ratings.

Pelajaran dari Shutdown Sebelumnya

Shutdown bukan hal baru bagi AS. Dalam 50 tahun terakhir, penutupan pemerintahan telah terjadi lebih dari 20 kali. Namun, shutdown 2025 diperkirakan menjadi yang paling mahal dalam sejarah modern.

Sebagai perbandingan, shutdown pada Desember 2018–Januari 2019 yang berlangsung selama 35 hari menelan biaya sekitar US$ 11 miliar, menurut laporan Congressional Budget Office (CBO).
Jika tren saat ini berlanjut, biaya shutdown 2025 bisa melampaui rekor tersebut hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.

Tantangan Besar bagi Pemerintah AS

Shutdown bukan hanya mengganggu pelayanan publik, tetapi juga menurunkan kredibilitas pemerintahan di mata dunia.
Sebagai ekonomi terbesar di dunia, setiap ketidakpastian politik di AS memiliki efek domino terhadap pasar global, termasuk Asia dan Eropa.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles